PLN UID Jatim fasilitasi UMK naik kelas dengan sertifikat halal

Rumah BUMN Pacitan binaan PT Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) Unit Induk Distribusi UID Jawa Timur memfasilitasi pengurusan sertifikat halal secara gratis bagi 10 usaha mikro kecil (UMK) binaannya untuk mendorong mereka naik kelas.

Pengelola Rumah BUMN Pacitan Rinawati dalam keterangan tertulisnya di Surabaya, Jawa Timur, Senin, mengatakan, bantuan sertifikasi ini diinisiasi oleh PLN sebagai upaya untuk mendorong pelaku usaha mikro agar dapat naik kelas.

"Kami menyeleksi usaha-usaha makanan dan minuman yang secara komposisi sudah pasti menggunakan bahan baku yang halal khususnya menggunakan produk nabati," kata Rinawati.

Baca juga: Sertifikasi halal jadi kekuatan pendorong ekonomi bagi Indonesia

Menurut dia, program tersebut dilakukan sebagai upaya PLN mendorong pelaku UMK untuk berkembang lebih pesat dengan sertifikasi halal. Pemilihan UMK dilakukan oleh pihak Rumah BUMN Pacitan kepada seluruh mitra yang bergerak di industri pembuatan makanan atau minuman dan belum memiliki sertifikat halal.

Hingga saat ini, lanjut dia, lima UMK telah memperoleh sertifikat halal dan lainnya sedang dalam proses. Sepuluh mitra tersebut ditargetkan mendapatkan sertifikat halal produknya pada akhir 2022.

Tidak hanya memberikan fasilitas sertifikasi, kata dia, Rumah BUMN Pacitan juga akan dilengkapi dengan coworking space yang diharapkan mampu menjadi wadah kolaborasi antar-UMK.

"Tidak hanya untuk berdiskusi, coworking space ini nanti juga bisa digunakan untuk kegiatan bersama dari anggota Rumah BUMN Pacitan," kata Rinawati.

Baca juga: KAI berkomitmen dukung kemajuan usaha mikro melalui Teras UMK

Sejak Januari hingga November 2022, anggota Rumah BUMN Pacitan telah bertambah 76 UMK di sekitar Kabupaten Pacitan. Penambahan keanggotaan diharapkan mampu meningkat sehingga memperluas manfaat Rumah BUMN bagi masyarakat secara luas.

Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jawa Timur, Hamzah, menyampaikan, Rumah BUMN diharapkan dapat terus memberikan bantuan dan pendampingan bagi pelaku usaha untuk dapat berkembang dan naik kelas.

"Pelaku usaha menjadi salah satu penopang ekonomi lokal, kami ingin mereka menjadi lebih mandiri dan maju bersama PLN," kata Hamzah.