PLN Yogyakarta Lakukan Pemutusan Listrik Massal  

TEMPO Interaktif, Yogyakarta - PT PLN Area Pelayanan Jaringan Daerah Istimewa Yogyakarta mulai 23 November 2011 kemarin memutuskan 4.000 sambungan listrik pelanggan yang menunggak pembayaran dua hingga empat bulan. Pemutusan secara massal itu didasari tunggakan pembayaran listrik di Daerah Istimewa Yogyakarta yang mencapai Rp 18,1 miliar.

"Ini sebagai shock therapy bagi pelanggan listrik yang bandel membayar tagihan," kata Albertus Prajartoro, Pelaksana Harian Manajer PT PLN Area Pelayanan Jaringan Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat, 25 November 2011.

Pemutusan aliran listrik itu, kata dia, juga sebagai edukasi kepada masyarakat supaya tertib membayar kewajiban mereka. Di sisi lain, untuk mengatasi tunggakan dan pemutusan aliran listrik, PLN juga melakukan sosialisasi penggunaan daya listrik pra bayar.

Untuk pemutusan sambungan listrik secara massal ini, PLN memfokuskan di wilayah Yogyakarta, yaitu untuk wilayah selatan di Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Gedongkuning dan wilayah utara di UPJ Mangkubumi.

Untuk wilayah selatan rencananya ada 1.500 sambungan listrik yang akan diputus, sementara di wilayah utara ada 2.400 sambungan. Wilayah-wilayah tersebut dipilih karena memiliki tingkat tunggakan yang lebih tinggi dibanding daerah lain.

Di wilayah selatan, yaitu di tiga kecamatan, Kecamatan Danurejan, Mergangsan dan Wirobrajan (Kota Yogyakarta). Sementara wilayah utara di Kecamatan Jetis, Tegalrejo dan Kecamatan Depok (Sleman). Dari tunggakan Rp 18,1 miliar, sebesar Rp 4,8 miliar dari wilayah utara dan Rp 3,5 miliar dari wilayah selatan.

Menurut Asisten Manajer Pemasaran PT PLN Area Pelayanan Jaringan Yogyakarta, Agus Sri Muryono, kedua wilayah tersebut mendominasi tunggakan pembayaran listrik. Wilayah lain, seperti UPJ Kalasan hanya sekitar Rp 1,9 miliar, UPJ Sleman Rp 2,5 miliar, UPJ Wates Rp 530 juta, UPJ Sedayu mencapai Rp 1,8 miliar, UPJ Bantul mencapai Rp 1,6 miliar dan UPJ Wonosari sekitar Rp 1,3 miliar. "Ada 80 tim untuk memutus jaringan listrik pelanggan yang menunggak bayar," kata dia.

MUH SYAIFULLAH

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.