Plt Kepala SDN Depok Baru 8 Beberkan Kronologi Perundungan Anak Berkebutuhan Khusus

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Pelaku perundungan yang terjadi di SDN Depok Baru 8 diketahui adalah anak berkebutuhan khusus (ABK). Korban adalah G, dan pelaku adalah J. Mereka adalah siswa kelas VI.

Saat peristiwa terjadi, siswa sedang menggambar serta mewarnai dan direkam salah satu anak yang membawa ponsel, Kamis (21/4).

"Kejadian itu kemarin, sangat cepat karena itu ABK semua. Ada 4 orang, yang ada di video 3 anak ABK juga, yang menyiarkan dan memvideokan anak ABK," kata Plt Kepala SDN Depok Baru 8, Kusrini, Jumat (22/4).

Dikatakan, sebelumnya J tidak pernah melakukan hal itu pada siapapun. Bahkan dia yang sering melapor pada guru jika ada murid bertengkar. Video itu beredar dari grup whatsapp anak-anak.

"Jadi belum pernah seperti itu, jadi tanpa sepengetahuan kami, anak ABK punya grup sendiri. Jadi inilah dari hp ini, orang tua nggak tau, guru nggak tahu. Ketahuannya dia share ke grup, lalu dari grupnya itu ada kakaknya. Dishare kemarin," ungkapnya.

Menurutnya, saat itu ada guru bolak balik melihat dalam kelas. Ketika anak lain menggambar, ABK yang sudah selesai diminta masuk kelas. "Tahu-tahu sudah baku hantam," katanya.

Saat itu ada murid yang memberitahu guru kalau G menangis di kelas. Guru pun langsung masuk kelas namun anak-anak sudah keluar.

"Gurunya datang, sudah keluar dan memang nangis. Gilang ini ada kelainan dia tidak bisa ngomong," ceritanya.

Dikatakan ada 58 ABK di sekolah tersebut karena merupakan gabungan dua sekolah. Menurutnya, jumlah ABK di sekolah tersebut telalu banyak dan tidak sebanding dengan guru yang tersedia. Kusrini menuturkan, sebenanya pihak sekolah hanya menerima anak autis saja.

"Kita kan harusnya nerima anak yang autis saja. Tapi karena orang tuanya memaksa. Jadi seperti itu intinya masih banyak lah pembelajaran," katanya.

Di kelas VI itu, ada 10 ABK dan 15 reguler. Dari 10 ABK, lima diantaranya adalah anak autis tinggi. Sedangkan, guru hanya ada dua orang.

"Jadi bisa dibayangkan, itu yang 10 ABK itu lima diantaranya autisnya tinggi, main tonjok, main tendang, gurunya dijenggut. Nah ada juga yang lemah sekali, nulis aja enggak bisa," katanya. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel