Plt Wali Kota, Orang Pertama yang Disuntik Vaksin COVID-19 di Medan

Bayu Nugraha, Putra Nasution (Medan)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sudah menerima 40 ribu vial vaksin COVID-19 dari pemerintah pusat. Dalam waktu segera, vaksin tersebut akan didistribusikan ke 33 kabupaten/kota di Sumut untuk menjalani program vaksinasi pada Januari 2021.

Untuk di Kota Medan, orang pertama akan divaksin COVID-19 adalah Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution. Program ini, bertujuan untuk membentuk sistem kekebalan tubuh sehingga menghasilkan antibodi guna melawan virus Corona.

Vaksinasi COVID-19 di Kota Medan akan dimulai dengan bapak wali kota, sekda, ketua dan anggota dewan serta diikuti dengan Forkopimda lainnya,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Arjuna Sembiring, Selasa 5 Januari 2021.

Kemudian, Arjuna mengingatkan kepada masyarakat Kota Medan, meskipun nantinya telah menjalani vaksinasi COVID-19, agar tidak abai mengikuti protokol kesehatan.

"Vaksinasi COVID-19 ini untuk membantu masyarakat. Walaupun sudah divaksin, masyarakat harus selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak menghindari kerumunan,” kata Arjuna.

Sebelumnya, Arjuna mewakili Pemerintah Kota Medan mengikuti rapat koordinasi (rakor) kesiapan penanganan vaksinasi COVID-19 dan kegiatan penegakan protokol kesehatan yang dilakukan secara virtual, dengan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin di Command Centre Balai Kota Medan, Selasa, 5 Januari 2021.

"Penyuntikan perdana akan dilakukan terhadap Presiden tanggal 13 Januari 2021 mendatang, setelah itu diikuti secara serentak di 34 provinsi lainnya," kata menkes seraya menambahkan proses vaksinasi akan berlangsung selama 15 bulan mulai Januari 2021 sampai Maret 2022 dengan jumlah populasi mencapai 181,5 juta jiwa.

Menkes selanjutnya menjelaskan, tenaga kesehatan dan pelayanan publik akan mendapatkan prioritas vaksinasi pertama. Kemudian, diikuti dengan lansia, masyarakat rentan maupun masyarakat lainnya yang berusia 18-59 tahun.

Sementara itu, masyarakat umur 60 tahun ke atas akan divaksinasi setelah mendapatkan informasi keamanan vaksin untuk kelompok tersebut.

Adapun perinciannya, ungkap menkes, petugas kesehatan sebanyak 1,6 juta jiwa, petugas publik (17,4 juta jiwa), lansia (21,5 juta jiwa), masyarakat rentan (63,9 juta jiwa) serta masyarakat lainnya (77,1 juta jiwa).

Baca juga: Mendagri: Vaksin COVID-19 Seolah Emas, Jangan Sampai Terjadi Keributan