Plus Minus Bek Sayap Timnas Indonesia: Pengalaman Jadi Sorotan

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, memanggil 28 pemain untuk tampil di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Sebanyak lima di antaranya merupakan pemain yang murni berperan sebagai bek sayap.

Lima pemain tersebut adalah Pratama Arhan dan Firza Andhika sebagai bek sayap kiri, sedangkan Asnawi Mangkualam, Rifad Marasabessy, dan Koko Ari sebagai bek sayap kanan Timnas Indonesia. Meskipun pada prakteknya nanti Shin Tae-yong bebas melakukan eksperimen dengan menempatkan pemain lain.

Peran bek sayap sangat krusial buat Shin Tae-yong di Timnas Indonesia. Untuk mendukung skema 4-4-2 yang diusung, bek sayap punya peran untuk membantu pertahanan sekaligus serangan.

Hal itulah yang membuat menjadi bek sayap di skuad asuhan Shin Tae-yong harus punya kualitas fisik yang mumpuni. Mereka harus mampu mengantisipasi transformasi serangan dari bertahan ke menyerang atau sebaliknya.

Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand (3/6/2021), Vietnam (7/6/2021), dan Uni Emirat Arab (11/6/2021). Namun, sebelumnya mereka akan melahap dua laga uji coba melawan Afghanistan (25/5/2021) dan Oman (29/5/2021).

Lantas, apa saja plus dan minus bek sayap Timnas Indonesia yang dipanggil Shin Tae-yong? Berikut ini penjabaran yang dikumpulkan Bola.com setelah memperhatikan kualitas permainan dari para bek sayap tersebut.

Kelebihan

Bek Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam, mengontrol bola saat melawan Thailand pada laga PSSI 88th U-19 di Stadion Pakansari, Jawa Barat, Minggu (23/9/2018). Kedua negara bermain imbang 2-2. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Bek Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam, mengontrol bola saat melawan Thailand pada laga PSSI 88th U-19 di Stadion Pakansari, Jawa Barat, Minggu (23/9/2018). Kedua negara bermain imbang 2-2. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Sebanyak lima pemain bek sayap yang dipanggil ke Timnas Indonesia merupakan pemain muda. Artinya, secara stamina dan fisik mereka masih bagus dan andal dalam melakukan serangan dari sektor sayap.

Para pemain yang dipanggil punya kecepatan berlari dan lincah. Hal ini tentu menjadi syarat mutlak untuk mengejutkan lawan dari sektor sayap.

Mereka juga punya kemampuan yang mumpuni dalam melancarkan umpan-umpan silang. Situasi ini tentu sangat dibutuhkan para penyerang tengah untuk menciptakan peluang dalam mencetak gol.

Para bek sayap yang dipanggil Shin Tae-yong juga dikenal sebagai pemain yang beringas. Mereka tak jarang berani melakukan adu fisik untuk menggempur lawan dengan serangan cepat.

Minus

Bek Timnas Indonesia U-19, Pratama Arhan. (PSSI)
Bek Timnas Indonesia U-19, Pratama Arhan. (PSSI)

Para pemain bek sayap yang dipanggil Shin Tae-yong mayoritas tak punya pengalaman. Dari kelima pemain, hanya satu yang punya caps di Timnas Indonesia senior yakni Asnawi Mangkualam.

Situasi ini tentu menjadi perjudian buat Shin Tae-yong. Secara kualitas, belum pernah terbukti mereka mampu mengatasi lawan yang secara usia dan pengalaman lebih matang.

Selain itu, terkadang para pemain yang dipanggil itu malas membantu pertahanan. Keasyikan membantu serangan membuat mereka telat saat turun ke belakang.

Hal ini tentu saja menjadi perhatian khusus buat pelatih Shin Tae-yong. Apalagi sebagai bek sayap, mereka dituntut rajin maju dan mundur saat bermain selama 90 menit agar tak melupakan peran utama di lapangan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel