PM Australia mendesak perbatasan internal dibuka kembali

Oleh Colin Packham

SYDNEY (Reuters) - Pemerintah federal Australia meningkatkan tekanan kepada para pemimpin negara bagian dan teritori pada Jumat agar membuka kembali perbatasan internal, sebuah langkah yang dianggap sebagai kunci dalam menghidupkan kembali perekonomian terkena virus corona di negara itu.

Perdana Menteri Scott Morrison mengajukan pembelaan pada pertemuan kabinet nasional yang membahas krisis ini, kata dua orang yang mengetahui pertemuan itu, hanya beberapa jam sebelum para pengunjukrasa diperkirakan mengabaikan aturan pembatasan gerakan demi demonstrasi Black Lives Matter di Sydney.

Morrison bulan lalu mengumumkan rencana tiga langkah dalam menghapus sebagian besar lockdown pada Juli, yang akan memungkinkan berlangsungnya lagi perjalanan domestik. Itu juga merupakan prasyarat untuk "gelembung perjalanan" yang sudah direncanakan Australia bersama dengan negara tetangga Selandia Baru.

Tetapi implementasi rencana federal ini tergantung kepada para pemimpin negara bagian dan teritori masing-masing, yang berasal dari partai-partai politik yang saling berseberangan dan tidak bersepakat mengenai seberapa aman negeri kalau pembatasan dicabut.

"Batas negara bagian harus terbuka," kata Menteri Keuangan Mathias Cormann kepada Sky News pada Jumat, seraya menambahkan bahwa gelombang kedua infeksi dapat menelan biaya ekonomi 80 miliar dolar selama dua tahun ke depan. "Operator-operator pariwisata di Queensland Utara ingin dapat menarik wisatawan di New South Wales."

Langkah Australia meninggalkan langkah-langkah penguncian virus corona telah dipersulit oleh demonstrasi mendukung gerakan Black Lives Matter. Morrison mengatakan pekan ini bahwa pertemuan akhir pekan lalu yang menarik puluhan ribu orang telah menunda proses itu.

Gerakan ini memfokuskan kembali perhatian di Australia kepada penganiayaan penduduk asli Australia, termasuk kematian Aborigin dalam tahanan.

Sebuah unjuk rasa dijadwalkan berlangsung di Sydney pada Jumat dan lebih banyak lagi direncanakan diadakan di seluruh negeri selama akhir pekan. Penyelenggara mengatakan mereka akan terus memajukan pertemuan Sydney tanpa izin meskipun ada peringatan denda dan penangkapan di tempat.

Morrison menuai kritik pada Kamis karena mengatakan "tidak ada perbudakan di Australia" selama diskusi soal masa-masa awal pendudukan Inggris.


(Laporan Colin Packham; disunting oleh Jane Wardell)