PM Hungaria: Negara Eropa dari Ras Campuran Bukanlah Negara

Merdeka.com - Merdeka.com - Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban dua hari lalu mengecam ras campuran Eropa dan non-Eropa dalam sebuah pidatonya. Orban mengatakan itu dalam pidato tahunannya di Universitas Tusvanyos Summer di Rumania.

"Kami (orang Hungaria) bukan berdarah ras campuran dan kami tidak mau menjadi ras campuran," kata Orban. Dia menuturkan, negara yang terdapat warga ras campuran Eropa dan non-Eropa bukan lagi sebuah negara.

Etnis Hungaria adalah campuran antara Finno-Ugric Magyars dan asimilasi dari beragam ras Turki, Slavic, dan Jerman, menurut Ensiklopedia Britannica.

Anggota parlemen dari kubu oposisi Partai Momentum, Katalin Cseh, mengecam pidato Orban itu.

"Pernyataannya mengingatkan kita kepada suatu masa yang kita semua tidak mau lagi mengingatnya. Itu menunjukkan sifat asli dari rezim ini," kata dia, seperti dilansir laman Euro News, Minggu (24/7).

Orban selama ini dikenal dengan pernyataannya yang semacam itu.

"Warna kulit Anda mungkin berbeda, Anda bisa berasal dari Eropa atau bukan, tapi Anda adalah salah satu dari kami, kami bangga dengan kalian. Keanekaragaman memperkuat negara, bukan melemahkan," kata Cseh di laman Twitter.

Anggota parlemen Rumania Alin Mituta juga geram dengan komentar Orban.

"Bicara soal kemurnian ras, terutama di wilayah yang terdiri majemuk seperti Eropa tengah dan timur, sungguh ngawur dan berbahaya. Begitulah Orban," kata Mituta di akun Twitternya.

Dalam pidatonya itu Orban memprediksi kemunduran Eropa dan memperkirakan akan datang masa penuh "penderitaan, ketidakpastian, dan perang". Dia juga mengkritik dukungan militer Barat kepada Ukraina. Orban memposisikan dirinya sebagai sekutu Rusia di Uni Eropa.

"Makin modern senjata yang diberikan NATO kepada Ukraina, Rusia akan makin merangsek maju. Yang kita lakukan sekarang ini adalah membuat perang makin lama," ujar Orban dalam pidatonya.

Hungaria adalah anggota NATO tapi Orban sejak lama menjalin hubungan hangat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dia juga sempat ke Moskow berbicara selama lima jam kepada Putin pada Februari lalu sebelum Rusia menginvasi Ukraina.

"Jika kita tidak ikut campur dalam perang, migrasi, masalah gender, pajak minimum dan resesi ekonomi, Hungaria akan mampu bertahan," kata dia.

Pidato Orban ini disampaikan dua hari setelah menteri luar negerinya melawat ke Moskow dan kian membuat Hungaria makin menjauh dari kesepakatan Uni Eropa soal perang di Ukraina. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel