PM Inggris tolak rencana referendum kedua Skotlandia

LONDON (Reuters) - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Jumat, mengatakan kepada Menteri Skotlandia Nicola Sturgeon bahwa ia tak akan mendukung rencananya soal referendum independen kedua, perselisihan yang hanya terjadi beberapa jam setelah kedua pemimpin tersebut muncul unggul dalam pemilihan nasional.

Sturgeon sebelumnya, Jumat, menuntut referendum independen lainnya setelah Partai Nasional Skotlandia (SNP) memenangkan 48 dari 59 kursi di parlemen Inggris di London.

Johnson, yang Partai Konservatif-nya meraih kemenangan besar dalam pemilihan Kamis, berbicara kepada Sturgeon keesokan harinya dan mengatakan ia tidak akan menyetujui pemungutan suara kemerdekaan lain, setelah para pemilih Skotlandia dalam pemilihan 2014 mendukung untuk tetap bertahan di Inggris.

"Perdana Menteri memperjelas bagaimana ia tetap menentang referendum independen kedua, mendukung mayoritas rakyat di Skotlandia," menurut pernyataan kantor Johnson.

"Ia menambahkan bagaimana hasil referendum 2014 begitu menentukan dan harus dihormati."

Sturgeon langsung merespons di Twitter, dengan mengatakan ia telah mengatakan kepada perdana menteri bahwa mandat politiknya untuk memberikan rakyat pilihan harus dihormati, "sama seperti halnya ia mengharapkan mandatnya dihormati".