PM Jemput Kolonel ASB di BNN

TEMPO.CO, Jakarta: Polisi Militer TNI Angkatan Laut malam ini (Senin, 29 April 2013) menjemput Kolonel ASB di kantor Badan Narkotika Nasional.  Penjemputan itu dipimpin   Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut, Laksamana Pertama Gunung Heru. Rombongan  Polisi Militer datang menggunakan mobil Suzuki Escudo.  Kendaraan berkelir putih biru itu langsung parkir di lantai bawah gedung BNN.

Dua orang anggota Polisi Militer keluar dari mobil bergegas masuk elefator. Sekitar dua puluh menit berselang, keduanya turun bersama Kolonel ASB. Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut Semarang itu tampak lesu. Mengenakan kemeja putih, jas hitam dan celana panjang biru khas seragam TNI AL, ASB langsung masuk ke dalam mobil.

Tampak ASB agak emosi ketika beberapa wartawan menyaksikan dia menjadi tahanan Polisi Militer. Pria berumur sekitar 50 tahun ini begitu kencang menutup pintu mobil, saat wartawan mencoba mengambil foto. Dia menutup muka dengan tas kerja yang dibawa. Hanya rambut tipis agak beruban di kepalanya yang tak bisa ia tutupi.

Saat mobil beranjak pergi, Laksamana Pertama Gunung Heru keluar dari gedung BNN. Perwira bintang satu berbadan tinggi tegap ini mengatakan, ASB akan segera menjalani proses hukum.

Saat disinggung pasal apa saja yang bakal dijeratkan ke ASB, Gunung bungkam. Dia beralasan proses penyidikan belum berjalan, sehingga penyidik belum bisa memutuskan. Namun dia menegaskan untuk penyidikan ini, hukum militer yang digunakan. "Hukum militer untuk kasus penyalahgunaan narkoba kan ada, tunggu saja," kata dia.

Gunung pun berjanji, penyidik akan bersikap  tegas terhadap Kolonel ASB.  Dia menambahkan, peradilan militer tidak akan mentolerir anggota TNI yang bersalah.

Sebelumnya BNN mengumumkan tentang penangkapan  dua aparatur negara   di Hotel Ciputra, Simpang Lima, Semarang, Senin dinihari. Keduanya adalah anggota kepolisian dari Direktorat Intelijen dan Keamanan Polda Jawa Tengah, Brigadir Rahmat Sutopo (RS) alias MM, dan anggota TNI AL yang menjabat Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Dan Lanal), Kolonel Antar Setia Budi (ASB).

Penangkapan dua aparatur negara ini berawal dari penangkapan jaringan sindikat narkotik yang melibatkan anggota Detasemen Markas Polda Jawa Tengah, Iptu H, 25 Februari lalu. (Baca: Disebut Tangkap Polisi Narkoba, BNN Bungkam)

Tim BNN kemudian mengidentifikasi salah satu pengedar narkoba yakni RS alias MM.  Tim mengikuti RS alias MM ini ke Hotel Ciputra karena diduga akan mengantarkan narkotik.  RS  memasuki kamar 1003. Saat keluar dari kamar tersebut, RS  ditangkap oleh tim BNN yang sudah mengintainya. Dia mengaku baru mengirimkan sabu kepada seseorang di kamar 1003 tersebut.

Saat itu juga anggota BNN  mengerebek kamar tersebut dan menangkap  Kolonel Aantar yang sedang mengkonsumsi sabu. (Baca: Pesta Narkoba, Polisi Ditangkap BNN). Dari kamar itu BNN menyita barang  sabu seberat 1,5 gram, pipet (alat penyedot), dua bong, tujuh korek api gas, satu lembar alumunium foil, dan dua botol kosmetik untuk membakar sabu. BNN juga melanjutkan penggeledahan di rumah kos RS alias RM dan ditemukan 8 butir ekstasi, satu paket sabu seberat 0,3 gram, dan peralatan bong.

BNN juga menangkap seorang wanita yang diketahui sebagai kekasih RS alias RM. Berdasarkan  hasil pemeriksaan tes urine, ASB  positif mengkonsumsi sabu.  (Baca juga: Kisah Pecandu Narkoba di Kampung Bali)

INDRA WIJAYA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah kemampuan berbahasa Inggris dengan lancar wajib dimiliki oleh kandidat capres maupun cawapres?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat