PM Rusia: "Tidak Ada Keluwesan" dalam Pembahasan Rudal AS

Moskow (ANTARA/RIA Novosti-0ANA) - Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev mengatakan pada Minggu bahwa ia melihat "tidak ada keluwesan di dalam sengketa atas rencana pertahanan peluru kendali Amerika Serikat, dan memperingatkan bahwa perlombaan senjata baru bisa muncul jika pembicaraan gagal.

"Jika kita berbicara tentang subyek itu sendiri, itu sangat sulit. Dan sejauh ini kami tidak melihat adanya fleksibilitas apapun.

"Tidak ada solusi yang mudah dalam hal pertahanan anti-rudal. Tidak ada keluwesan. Kami tidak mengubah posisi kami sebelumnya AS memiliki satu pendapat dengan Federasi Rusia, sayangnya, kami memiliki pendapat yang berbeda. Dan posisi ini tidak bisa semakin lebih dekat," kata Medvedev dalam satu wawancara dengan CNN.

Presiden AS Barack Obama terkenal tertangkap di dalam mik pada Maret 2012 yang mengatakan Presiden Dmitry Medvedev (ketika itu) menyampaikan kepada Vladimir Putin bahwa ia akan bersikap luwes terlebih setelah ia terpilih kembali.

Rusia menegaskan bahwa AS harus menetapkan jaminannya bahwa perisai rudal tidak akan diarahkan terhadap Rusia dalam dokumen yang mengikat secara hukum, sesuatu yang Washington tolak untuk menyetujuinya.

"Kami tidak ingin politisi generasi berikutnya, tahun 2019 atau 2020, mengambil keputusan yang akan membuka halaman baru dalam perlombaan senjata. Tetapi ancaman seperti itu ada dan semua orang di Rusia dan Amerika Serikat harus memahami hal ini, bahwa mengapa kita masih memiliki kesempatan untuk mencapai kesepakatan," kata Medvedev.

"Kami jelas memahami bahwa jika kita tidak memiliki jaminan seperti pasangan program kami, berarti bahwa pertahanan rudal juga bisa bekerja melawan persenjataan nuklir Rusia.

"Apa artinya ini? Ini berarti bahwa keseimbangan, yang kita rekam dengan Presiden Obama dengan menandatangani perjanjian START Baru (perjanjian yang sangat penting dan sangat membantu, dengan cara: Saya pikir ini adalah pencapaian reset disebut), [keseimbangan) ini yang retak, karena pertahanan rudal merupakan kelanjutan langsung dari kemampuan ofensif nuklir, memerangi senjata nuklir," kata Medvedev.

Amerika Serikat mengatakan, perisai rudal yang disengketakan dirancang untuk melindungi negara-negara nakal "seperti Iran dan Korea Utara," tetapi Rusia khawatir itu bisa digunakan untuk menetralisir penangkal nuklirnya sendiri.

Rusia telah berjanji untuk menyebarkan sejumlah tindakan guna mengatasi setiap pertahanan perisai rudal NATO di Eropa, termasuk penyebaran ke depan rudal nuklir taktis di daerah kantong Baltik, di Kaliningrad.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.