PM Ukraina Sebut Pasukan di Mariupol Belum Menyerah ke Rusia

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Pasukan Ukraina yang tersisa di kota Mariupol masih bertempur dan terus menolak permintaan Rusia agar mereka menyerah. Hal ini disampaikan Perdana Menteri (PM) Ukraina, Denys Shmyhal pada Minggu.

"Kota itu masih belum jatuh (ke tangan Rusia)," jelasnya kepada program "This Week" ABC, dikutip dari Reuters.

Shmyhal menambahkan, tentara Ukraina masih menguasai beberapa bagian kota itu.

"Jadi tidak ada penguasaan sepenuhnya oleh pasukan Rusia atas Mariupol," jelasnya.

Sebelumnya Kementerian Pertahanan Rusia meminta pasukan Ukraina yang tersisa di Mariupol agar menyerahkan diri pada Minggu pagi waktu Moskow jika ingin selamat.

PM Shmyhal mengatakan, dia dan pejabat keuangan Ukraina akan mencari lebih banyak bantuan keuangan pekan ini dalam pertemuan IMF dan Bank Dunia di Washington.

"Kami butuh lebih banyak uang untuk mengeksekusi kewajiban kemanusiaan dan sosial kami," ujarnya.

"Saat ini, hanya setengah dari perekonomian kami yang berjalan. Jadi kami minta dukungan keuangan."

Shmyhal menambahkan, Ukraina saat ini mengelola defisit sekitar USD 5 miliar per bulan. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel