PM Wanita Swedia Pertama Mengundurkan Diri Beberapa Jam Usai Diangkat

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Stockholm - Perdana Menteri wanita pertama Swedia dari Partai Sosial Demokrat bernama Magdalena Andersson, telah mengundurkan diri setelah kurang dari 12 jam menduduki jabatan puncak setelah Partai Hijau keluar dari koalisi dua partai mereka.

Hal ini pun kemudian memicu ketidakpastian politik di Swedia.

Tetapi Andersson mengatakan dia telah mengatakan kepada ketua parlemen bahwa dia berharap untuk diangkat sebagai perdana menteri lagi sebagai kepala pemerintahan satu partai. Demikian seperti dikutip dari laman Al Jazeera, Kamis (25/11/2021).

Partai Hijau mundur setelah parlemen menolak RUU anggaran koalisi.

"Saya telah meminta pembicara untuk dibebaskan dari tugas saya sebagai perdana menteri," kata Andersson dalam konferensi pers.

"Saya siap menjadi perdana menteri dalam satu partai, pemerintahan Sosial Demokrat."

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pemilihan PM Anderson

Pendukung timnas Swedia mengibarkan bendera dan meneriakan yel-yel saat menyaksikan pertandingan antara Swedia menjamu Italia dalam kualifikasi Piala Dunia 2018 di Solna, Swedia (10/11). Swedia menang 1-0 atas Italia. (AP Photo/Frank Augstein)
Pendukung timnas Swedia mengibarkan bendera dan meneriakan yel-yel saat menyaksikan pertandingan antara Swedia menjamu Italia dalam kualifikasi Piala Dunia 2018 di Solna, Swedia (10/11). Swedia menang 1-0 atas Italia. (AP Photo/Frank Augstein)

Penunjukan Andersson sebagai perdana menteri telah menandai tonggak sejarah bagi Swedia, yang selama beberapa dekade dipandang sebagai salah satu negara paling progresif di Eropa dalam hal hubungan gender, tetapi belum memiliki seorang wanita di posisi politik teratas.

Andersson telah ditunjuk untuk menggantikan Stefan Lofven sebagai pemimpin partai dan perdana menteri, peran yang dia tinggalkan pada awal tahun ini.

Sebelumnya pada hari itu, 117 politisi memilih ya untuk Andersson, 174 menolak pengangkatannya sementara 57 abstain dan satu politisi tidak hadir.

Di bawah Konstitusi Swedia, perdana menteri dapat ditunjuk dan memerintah selama mayoritas parlemen - minimal 175 anggota parlemen - tidak menentang mereka.

Pemilihan umum Swedia berikutnya dijadwalkan pada 11 September.

Infografis Siap-Siap Pemberlakuan PPKM Level 3 Cegah Gelombang Ketiga Covid-19:

Infografis Siap-Siap Pemberlakuan PPKM Level 3 Cegah Gelombang Ketiga Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Siap-Siap Pemberlakuan PPKM Level 3 Cegah Gelombang Ketiga Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel