PMI Aceh mobilisasi bantuan darurat korban banjir

Organisasi kemanusiaan, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Aceh, memobilisasi bantuan darurat untuk korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Tenggara.

Ketua PMI Provinsi Aceh Murdani Yusuf di Banda Aceh, Jumat, mengatakan bantuan darurat bencana tersebut diberangkatkan dari Markas PMI Provinsi Aceh di kawasan Ajuen Jeumpet, Kabupaten Aceh Besar, Jumat.

"Misi pengiriman bantuan kepada korban banjir ke Kabupaten Aceh Tenggara melibatkan 30 relawan. Begitu juga, ke Kabupaten Aceh Tamiang, juga melibatkan 30 relawan," kata Murdani.

Murdani mengatakan bantuan darurat yang dimobilisasi PMI Provinsi Aceh ke Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Tenggara meliputi terpal 200 unit, kelambu 100 lembar, selimut 100 lembar, jeriken 100 buah, dan 60 paket kit higienis.

Baca juga: BPBA: 189 rumah warga Aceh Tenggara rusak diterjang banjir

Baca juga: Korban banjir bandang Aceh Tenggara diberikan bantuan masa panik

Bantuan tanggap darurat tersebut dibawa menggunakan dua truk didukung mobil kabin ganda dengan melibatkan dua tim respons dipimpin masing-masing Khalid selaku Ketua Bidang Penanggulangan Bencana (PB) PMI Provinsi Aceh dan Surya Chandra yang juga Kepala Markas PMI Provinsi Aceh.

"Kami berharap perjalanan bantuan tidak mengalami hambatan, sehingga korban bencana bisa secepatnya menerima bantuan yang dibutuhkan tersebut," kata Murdani Yusuf.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang mencatat sebanyak 439 kepala keluarga (KK) atau 1.413 jiwa warga yang tersebar di 12 kecamatan mengungsi akibat banjir. Titik pengungsian tersebar di 51 tempat di Kabupaten Aceh Tamiang.

Sedangkan banjir bandang di Aceh Tenggara berdampak di delapan kecamatan dan meliputi 23 desa, di mana setidaknya ada 402 jiwa harus mengungsi dan dua orang dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: Tiga rumah rusak akibat dihantam banjir di Aceh Timur

Baca juga: Tim dan bantuan dikirim ke korban banjir di Aceh Tamiang dan Agara

Baca juga: BPBD: 8.853 warga Aceh Tamiang masih di pengungsian akibat banjir