PMI bantu penanganan setelah banjir di Semarang

Palang Merah Indonesia (PMI) membantu penanganan setelah banjir di wilayah Rowosari, Tembalang, Semarang, dengan mengirimkan dua tangki air bersih kepada masyarakat setempat yang terdampak.

"Hari ini dikirim dua tangki air bersih, satu tangki digunakan di masjid, satu lagi untuk pembersihan lumpur akibat banjir bandang kemarin," kata Bendahara PMI Jacobus Dwihartanto, di Semarang, Kamis.

Di sela mengecek penanganan usai banjir di lokasi, Dwihartanto sebagai sukarelawan PMI terdorong membantu apa yang dibutuhkan masyarakat di Rowosari yang terdampak bencana banjir.

"Tadi laporannya warga butuh air bersih, maka kami datangkan dua tangki dari PMI Jateng," katanya, seraya berharap bantuan air bersih itu dapat membantu dan meringankan beban ratusan warga terdampak banjir.

Baca juga: BRI salurkan bantuan untuk korban banjir di Semarang dan Demak

Baca juga: 1.000 sak limbah batubara didatangkan bangun talut darurat di Semarang

Selain bantuan air bersih, Dwihartanto juga menggandeng Yellow Clinic Kota Semarang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga setempat karena usai banjir biasanya muncul penyakit-penyakit.

"Kami bersama Yellow Clinic akan pantau terus bagaimana kondisi kesehatan warga karena mereka sudah bergerak sejak bencana banjir di Semarang awal tahun kemarin. Kami juga bawa obat-obat yang sekiranya dibutuhkan sehingga kalau ada keluhan, warga bisa cepat berobat," katanya.

Ketua Yellow Clinic Kota Semarang Hanny Hapsari menambahkan bahwa pihaknya sudah menyediakan layanan kesehatan sejak bencana banjir melanda Kota Semarang akibat cuaca buruk.

Sebelumnya, Yellow Clinic mendirikan posko kesehatan di Kelurahan Genuk, namun saat ini sudah digeser ke Kelurahan Rowosari yang kondisinya cukup parah akibat terdampak banjir.

"Kebetulan Pak RW 03 langsung menginformasikan, minta bantuan air bersih. Airnya (PDAM) keruh, keluarnya sedikit-sedikit. Kebetulan ada Pak Dwi di Semarang, saya minta bantuan untuk memberikan air bersih melalui PMI," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Rukun Warga 02, Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Muhibbin menyebut jumlah warga yang terdampak sebanyak 350 kepala keluarga dan wilayah terparah terdampak banjir di RT 01 RW 03 dengan ketinggian air mencapai dua meter.

"Sampai saat ini warga masih berusaha membersihkan lingkungan bersama-sama. Dengan adanya air bersih ini, kami sangat terbantu karena masih agak susah akses air," katanya.*

Baca juga: Petugas gabungan bantu penanganan sisa banjir di Semarang

Baca juga: Akibat banjir satu warga Perumahan Dinar Indah Semarang meninggal