PMI Cianjur berikan pelayanan kesehatan dari rumah ke rumah

Palang Merah Indonesia (PMI) memberikan pelayan kesehatan dari rumah ke rumah atau home visit bagi warga korban gempa yang masih membutuhkan perawatan, tercatat hingga saat ini lebih dari 6.000 warga korban gempa mendapat pelayanan kesehatan.

Koordinator Layanan Kesehatan PMI Cianjur, dr Susilawati di Cianjur Jumat, mengatakan hingga saat ini pelayanan kesehatan untuk warga korban gempa yang tinggal di posko pengungsian dan sudah kembali ke rumah masih tetap dilakukan secara mobil (mobile, bergerak).

"Setiap hari satu orang dokter didampingi empat sampai enam orang tenaga perawat memberikan pelayan kesehatan selain di posko terpadu PMI di Markas PMI Cianjur. Kita mendatangi posko dan rumah warga yang masih membutuhkan pelayanan kesehatan," katanya.

Termasuk warga korban bencana yang mengalami luka berat dan sedang akibat tertimpa bangunan rumah yang sudah pulang ke rumah, mendapat pelayanan yang sama mulai dari memastikan kondisi kesehatan, melihat lukanya sampai mengganti perban.

Baca juga: PMI Kaltara bangun sembilan huntara untuk korban gempa Cianjur

Baca juga: PMI dirikan tenda darurat untuk proses belajar mengajar siswa

Susilawati menjelaskan, memasuki bulan kedua setelah gempa, banyak warga korban gempa yang masih tinggal di dalam tenda secara komunal mengeluhkan sakit pada saluran pernafasan, penyakit kulit dan pegal-pegal atau sakit badan.

"Kami belum menemukan penyakit berat yang menimpa warga korban gempa, baik di dalam tenda atau yang sudah pulang ke rumah. keluhannya sebagian besar hanya sakit biasa termasuk flu dan pilek disertai batuk," katanya.

Tidak hanya memberikan pelayan kesehatan bagi warga korban gempa, PMI juga memberikan bantuan berupa kursi roda dan tongkat untuk mereka yang membutuhkan. Tercatat hingga saat ini, PMI sudah memberikan 5 unit kursi roda bagi warga di sejumlah desa.*

Baca juga: PMI dan Humanicare donasi mainan untuk anak penyintas gempa Cianjur

Baca juga: PMI dan Humanicare Indonesia salurkan bantuan bagi anak korban gempa