PMI-Dinkes Cianjur dirikan Posko kesehatan untuk korban banjir

Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Dinas Kesehatan Cianjur, Jawa Barat mendirikan Posko kesehatan untuk warga korban banjir bandang serta membantu membersihkan rumah mereka dari lumpur sisa banjir.

Kepala Staf Markas PMI Cianjur Fajar Aciana saat dihubungi di Cianjur, Senin, mengatakan setelah mendirikan dapur umum untuk meringankan beban warga, belasan anggota Korps Sukarela (KSR) dan Palang Merah Remaja (PMR) mendirikan posko untuk pelayanan kesehatan di Kampung Jogjogan, Desa Cidamar, di Kecamatan Cidaun.

Baca juga: Tiga kampung di Cianjur-Jabar banjir, BPBD bantu evakuasi warga

"Untuk pasokan obat kita sudah berkoordinasi dengan Dinkes Cianjur, sedangkan untuk tenaga kesehatan dibantu dari Puskesmas setempat dan KSR sesuai bidangnya. Kita maksimalkan penanganan sampai lima hari ke depan sesuai standar penanganan bencana," katanya.

Ia menjelaskan setiap harinya dapur umum yang dibangun tidak jauh dari perkampungan warga terdampak banjir, melayani pangan 150 orang warga mengungsi, karena rumah mereka rusak dan harta benda termasuk beras hilang terbawa derasnya banjir.

Sedangkan posko kesehatan yang akan didirikan bersebelahan dengan dapur umum untuk melayani warga yang mengeluhkan sakit seperti batuk, pilek, gangguan pernafasan dan gatal-gatal dari sejumlah kampung yang terdampak bencana banjir.

"Hari kedua di lokasi 15 orang anggota KSR juga ikut membantu warga membersihkan rumah mereka dari lumpur dan sampah yang terbawa banjir. Untuk besok (Selasa, 8/11) kita akan dibantu anggota KSR PMI Kabupaten Bandung," katanya.

Baca juga: Pemkab Cianjur salurkan bantuan beras untuk korban bencana alam

Baca juga: PMI dan Retana Cianjur selamatkan seratusan keluarga akibat banjir

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur Rudi Wibowo mengatakan akibat banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Cidaun, menyebabkan 115 rumah warga terendam banjir, 28 diantaranya rusak berat dan tiga rumah hilang terbawa banjir.

"Hasil pendataan 261 orang mengungsi karena rumah mereka rusak berat, sedang dan ringan, sebagian besar mengungsi ke rumah sanak saudaranya atau tetangga yang dinilai aman dari banjir. Hari ini sebagian kecil sudah mulai membersihkan rumah dibantu petugas gabungan," katanya.