PMI libatkan relawan kendalikan pandemi COVID-19

·Bacaan 3 menit

Palang Merah Indonesia (PMI) melibatkan relawan seperti yang tergabung dalam siaga bencana berbasis masyarakat (Sibat) untuk membantu mengendalikan pandemi COVID-19 melalui pendeteksian awal serta pelaporan kasus penularan secara terpadu di daerahnya masing-masing,

"Peran masyarakat penting untuk kewaspadaan dini, bahkan kami pun sudah melibatkan relawan Sibat dalam hal pencegahan sebelum Indonesia ditetapkan pandemi COVID-19," kata Kepala Divisi Kesehatan dan Sosial PMI Pusat Eka Wulan Cahyasari ​​​​​​ketika dihubungi dari Sukabumi, Minggu.

Manurut Eka, pelibatan masyarakat dalam pencegahan dan mengendalikan pandemi COVID-19 seperti pada program yang didukung Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC), Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dan Palang Merah Australia ini dinilai sangat efektif.

Selain itu, masyarakat mempunyai peran penting upaya memutus mata rantai penyebaran virus mematikan ini dengan meningkatkan kewaspadaan serta penanganan dini dalam menghadapi pandemi.

Maka dari itu PMI melibatkan relawan masyarakatnya yang tergabung dalam Sibat dalam upaya mengendalikan penyebaran COVID-19 minimal di daerahnya masing-masing.

Baca juga: PMI Banjarnegara optimalkan peran relawan dalam sosialisasi COVID-19

Baca juga: PMI imbau relawan aktif perbaharui pengetahuan tentang COVID-19

Melalui Community Pandemic Preparedness Program (CP3) yang merupakan inisiatif PMI para relawan ini mendapatkan pelatihan serta pendampingan dalam pelaksanaan surveilans berbasis masyarakat (SBM) yang sudah diujicobakan di beberapa desa di Kabupaten Pandegelang, Banten, Kota Bogor, Jabar, Boyolali, Jateng dan Tabanan, Bali.

Lanjut dia, kehadiran SBM bisa melengkapi sistem surveilans berbasis institusi seperti Puskesmas, rumah sakit serta laboratorium dalam pendeteksian dini potensi wabah melalui kerjasama mulai dari tingkat desa maupun kabupaten/kota yang telah dilaksanakan pihaknya selama ini.

"Berdasarkan percontohan yang telah berhasil sampai saat ini, PMI akan memperluas cakupan program kesiapsiagaan pandemi di Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan, sehingga ada 20 desa baru yang akan mereplikasi pembelajaran SBM dan kami pun berharap bisa melaksanakan replikasi secara nasional," tambahnya.

Sementara, Vice Chair IFRC Indonesia Ruth Lane mengatakan keberhasilan Indonesia dalam menangani pandemi dikarenakan adanya keterlibatan masyarakat secara aktif melakukan berbagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19

Program Inisiatif CP3 PMI memberikan pelatihan kepada relawan masyarakat tentang penanggulangan epidemi, seperti pemantauan, pelacakan dan melaporkan kejadian sebuah penyakit di desa atau kelurahan. Selain itu, relawan ini pun dilatih membangun sistem informasi yang memadai.

Baca juga: PMI sampaikan sejumlah upaya tangani COVID-19 di Tanah Air

Baca juga: PMI Bogor bentuk tim penanganan jenazah COVID-19 di 416 desa

Asisten Deputi Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI Nancy Dian Anggraeni menambahkan masyarakat Indonesia masih rentan dengan masalah kesehatan.

Bahkan, kerentanan meningkat saat menghadapi penyakit-penyakit baru yang berpotensi menjadi kejadian luar biasa (KLB) hingga pandemi seperti COVID-19. Ia menyebutkan pandemi COVID-19 memberikan pelajaran penting bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan.

"Masyarakat harus cepat merespons setiap ada ancaman kesehatan yang berpotensi menjadi wabah dan kedaruratan kesehatan masyarakat," kata Nancy.

Ia pun mengapresiasi CP3 PMI ini karena program tersebut melatih masyarakat untuk bisa melalukan pencegahan, mendeteksi dan merespons setiap ancaman penyakit. Dari pengamatan pihaknya melalui laporan relawan Sibat dalam program CP3 dan diskusi dengan PMI, SBM PMI dipandang perlu diadopsi untuk menguatkan model SBM yang sudah berjalan.

Baca juga: PMI: Relawan penyintas COVID-19 jadi pendonor plasma konvalesen

Baca juga: Pastikan keselamatan relawan PMI beri panduan layanan di masa pandemi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel