PMI terapkan azas netral saat bantu korban konflik Rusia-Ukraina

Palang Merah Indonesia (PMI) menerapkan azas netral dalam memberikan bantuan kepada korban kemanusiaan akibat konflik Rusia dan Ukraina.

"Kami tidak ikut elemen konflik. Kami merespon, menolong korban konflik," kata Sekretaris Jenderal PMI Pusat Sudirman Said saat menjadi pembicara dalam Podcast ANTARA di Jakarta, Rabu.

Dengan azas netral tersebut, PMI bisa beroperasi, masuk ke daerah konflik untuk membantu korban konflik antarnegara.

Meski begitu, dalam mengerahkan bantuan kepada korban konflik, PMI melalui koordinasi jaringan Palang Merah Internasional guna memudahkan distribusi bantuan.

Adapun bantuan yang diberikan kepada korban konflik, kata dia, dalam bentuk hunian sementara, makanan, pakaian hingga selimut.

"Kami kedatangan korps diplomatik Ukraina dan Rusia. Kalau pun kami bantu lewat jaringan Palang Merah Internasional. Itu kami lakukan, tentu tidak bisa banyak karena prioritas juga di dalam negeri," kata dia.

Baca juga: PMI fokus isu COVID-19 dan perubahan iklim
Baca juga: PMI Jakarta bangun huntara bagi penyintas gempa bumi di Pasaman

Selain berdasarkan azas netral, pihaknya juga menghadirkan prinsip kesamaan dan universalitas dalam membantu korban perang.

Tak hanya korban sipil, lanjut dia, apabila ada petugas yang menjadi korban, Palang Merah juga memberikan bantuan.

PMI, kata dia, hadir di dua sisi pihak berkonflik. Misalnya, saat ini antara Ukraina dan Rusia dengan sasaran para korban dari dua negara.

Begitu juga Palang Merah dari sejumlah negara juga turut hadir di Ukraina dan Rusia termasuk berada di negara terdekat di antaranya Polandia.
"PMI hadir di dua sisi, baik Ukraina dan Rusia," katanya.

Dalam konflik Ukraina dan Rusia, Palang Merah seluruh dunia memberikan pertolongan (korban) di kedua pihak.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel