PMII Lamongan Tolak Kenaikkan BBM

Laporan Wartawan Surya,Hanif Manshuri

TRIBUNNEWS.COM,LAMONGAN – Meski pemerintah telah mengumumkan penaikkan harga BBM, masih saja ada sekelompok massa yang menolaknya. Bahkan sampai harus melakukan  aksi demo, seperti yang dilakukan massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) komisariat STAI Sunan Drajat dan Unisla Lamongan di jalan raya Deandels Pantura Paciran, Sabtu (22/6) siang.

Jumlah massa sekitar 30 orang itu bergerak dari Terminal Paciran di timur  Wisata Bahari Lamongan (WBL) sekitar pukul 12.00 WIB menuju Kantor Kecamatan.

Sebelum long march ke Kantor Kecamatan Paciran, massa berorasi secara bergantian di depan WBL menyuarakan ketidak setujuannya terhadap kebijakkan pemerintah menaikkan harga BBM yang pada Jumat (21/6) tepat pukul 22.00 WIB diumumkan.

Sepanjang perjalanan hingga sekitar 3 km menuju Kantor Kecamatan Paciran massa terus berteriak lantang menolak kebijakan pemerintahan SBY yang dinilai tidak mengerti dengan penderitaan rakyat sekarang.

“Apakah pemerintah sportif bisa menjaga harga barang komoditi setabil dan tidak ada lonjakan harga setelah harga BBM naik,” teriak M Thoriq, perwakilan PMII komisariat STAI Sunan.

Sepanjang sejarah, setiap penaikkan harga BBM mesti dibarengi kenaikkan harga semua barang kebutuhan masyarakat. Bahkan seminggu sebelum BBM dinaikkan harganya, barang – barang kebutuhan rumah tangga sudah naik drastis.

Senada senfan M Thoriq, massa PMII Komisariat Universitas Islam Lamongan (Unisla) di Paciran, Zainul Arifin juga berteriak menuding pemerintah SBY ini gagal mengemban amanat rakyat.

Mestinya dulu SBY tidak perlu menurunkan harga BBM kalau hanya untuk mencari simpati masyarakat.

Sementara sekarang dinaikkan lagi harga BBM dengan dalih subsidi dialihkan dalam bentuk Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) atau dengan bantuan bantuan sosial lainnya.

“Bantuan dengan program BLSM atau sejenisnya menjelang pemilu hanya upaya pencitraan bagi SBY dan partainya. Tapi realitanya, masyarakata bebannya semakin berat setelah BBM
dinaikkan harganya,”tegas Arifin.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.