PMII sampaikan aspirasi kenaikan BBM di Balai Kota Jakarta

Puluhan anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jakarta Timur menyampaikan aspirasi terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan Balai Kota Jakarta.


"Kami hari ini, PMII Jakarta Timur datang ke sini (Balai Kota) untuk menyuarakan aspirasi (soal BBM), karena kami di Jakarta, kami melihat memiliki pimpinan," kata salah satu orator di atas mobil komando mereka, di Jakarta, Rabu.


Mereka tampak memenuhi pintu gerbang keluar dari Gedung Balai Kota Jakarta sejak pukul 15.30 WIB dan menyuarakan aspirasinya.


Selain berorasi, mereka juga menuntut agar Gubernur DKI Anies Baswedan menemui mereka untuk menyampaikan tuntutan.

Baca juga: Massa buruh padati Patung Kuda-Balai Kota demo kenaikan BBM


"Jika DPRD DKI atau wakil rakyat yang menemui kami, maka kami akan memaksa masuk," ucapnya.


Massa juga terlihat melakukan pembakaran ban hingga asap mengepul ke udara dan berusaha membuka pintu gerbang, namun dihadang oleh petugas keamanan gabungan.


Sementara massa terlihat tertahan di luar, beberapa petugas kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja melakukan pengawalan gerbang yang menjadi titik aksi.


Hingga berita ini ditulis pada pukul 17.30 WIB, massa masih berusaha menggoyang-goyangkan pintu gerbang keluar itu.

Baca juga: Polisi sebut ketegangan massa di Patung Kuda karena salah paham


Unjuk rasa ini manjadi bagian dari rangkaian aksi demonstrasi terkait kenaikan harga BBM di Jakarta.


Pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite, Solar dan nonsubsidi Pertamax sejak Sabtu (3/9) pukul 14.30 WIB.


Harga Pertalite yang semula Rp7.650 menjadi Rp10.000 per liter, Solar naik dari Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter dan Pertamax naik dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.