PMK di Palembang Disinyalir Berasal dari Lampung

Merdeka.com - Merdeka.com - Tiga sapi di Palembang, Sumatera Selatan, terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). Sapi yang terpapar diketahui berasal dari Lampung.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Palembang Sayuti mengungkapkan, sapi yang terpapar penyakit itu berada di Kecamatan Ilir Barat I, dua di antaranya terpaksa dipotong untuk mencegah penularan ke sapi lain. Sapi tersebut diketahui didatangkan dari Lampung lalu transit ke Ogan Ilir dan barulah masuk ke Palembang.

"Sapinya dari Lampung, dari situlah kita dapati kasus PMK," ungkap Sayuti, Selasa (31/5).

Menurut dia, PMK menjadi ancaman bagi peternak dan perhatian pemerintah setempat. Karena itu, pihaknya mengambil kebijakan melakukan pembatasan terhadap sapi yang masuk ke Palembang sebagai pencegahan penularan secara dini.

Selain itu, pengawasan ketat diberlakukan dengan tindakan penyekatan. Termasuk wilayah zona hijau, sapi yang masuk harus mengantongi surat keterangan kesehatan hewan dari pejabat otoritas setempat sebelum masuk ke Palembang dan selanjutnya isolasi selama 14 hari.

Untuk realisasinya, kini tinggal menunggu surat keputusan (SK) Wali Kota Palembang terkait teknis pelaksanaan dan satuan tugas yang ditunjuk. SK itu menjadi regulasi satgas dalam menjalankan tugasnya.

"Pengawasan perlu dilakukan dengan ketat, pembatasan juga penting walaupun kebanyakan sapi didatangkan dari luar kota. Penyemprotan disinfektan di peternakan diintensifkan," ujarnya.

Sekretaris Daerah Palembang Ratu Dewa meminta unsur pemerintahan hadir dalam mencegah penyebaran PMK. Camat dan lurah yang mengetahui wilayah pemerintahan mesti rutin monitor setiap pergerakan sapi.

"Apalagi permintaan sapi sekarang sedang tinggi-tingginya karena menjelang Idul Adha. Karena itu perlu disikapi agar masyarakat tidak khawatir," kata dia.

Diakuinya, kebutuhan sapi di Palembang masih bergantung pada daging dari luar, bahkan daging beku impor. Pembatasan pasokan otomatis akan berdampak pada perdagangan dan industri.

"Setiap kebijakan ada konsekuensinya, kami mencari yang dampaknya tidak terlalu besar, kita cari jalan keluarnya," pungkasnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel