PMN cair, konstruksi Jalan Tol Trans Sumatera dipastikan progresif

·Bacaan 2 menit

PT Hutama Karya (Persero) memastikan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera semakin progresif setelah menerima penyertaan modal negara (PMN) Tahap I Tahun Anggaran 2021 senilai Rp6,2 triliun.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo menyampaikan bahwa PMN yang telah diterima perusahaan akan digunakan untuk pembangunan tiga ruas Tol Trans Sumatera.

“Sesuai yang terdapat di dalam APBN tahun 2021, PMN sebesar Rp 6,2 triliun akan dialokasikan untuk percepatan pembangunan tol ruas Sigli – Banda Aceh sebesar Rp3,09 triliun, ruas Lubuk Linggau – Curup – Bengkulu sebesar Rp 2,70 triliun dan ruas Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat sebesar Rp 414 miliar," ujar Tjahjo Purnomo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Hutama Karya ungkap Bendungan Bendo buka akses pekerjaan

Dia juga menambahkan bahwa selain menerima PMN tahap 1, saat ini perusahaan juga tengah mengusulkan penambahan PMN 2021 Tahap II dan III sebesar Rp19 triliun yang akan digunakan untuk mengoptimalkan pembangunan di 8 ruas JTTS diantaranya ruas Medan – Binjai, ruas Pekanbaru – Dumai, ruas Binjai – Langsa seksi Binjai – Pangkalan Brandan, ruas Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat, ruas Sp. Indralaya – Muara Enim, ruas Kisaran – Indrapura, ruas Sigli – Banda Aceh dan ruas Pekanbaru – Pangkalan.

Terkait penyelesaian pembangunan Tol Trans Sumatera, Hutama Karya membutuhkan dukungan pendanaan dari Pemerintah melalui PMN.

“Untuk menyelesaikan target pembangunan khususnya di tahap I yang terdiri dari 8 (delapan) ruas jalan tol, sebelumnya perusahaan telah melakukan berbagai alternatif pendanaan melalui creative financing mulai dari pendanaan perbankan nasional hingga penerbitan obligasi.

Namun di luar itu, perusahaan juga membutuhkan financing support melalui PMN berkelanjutan ini untuk menjaga arus kas perusahaan tetap sehat,” kata Tjahjo Purnomo.

Baca juga: Hutama Karya usulkan PMN 2022 Rp31,35 triliun untuk Tol Trans Sumatera

Hutama Karya terus berupaya menyelesaikan pembangunan di 8 ruas JTTS tahap I, adapun progres masing-masing ruas tersebut yakni Tol Sigli Banda – Aceh (74 Km) sebesar 71 persen, Tol Kisaran – Indrapura (48 Km) sebesar 24 persen, Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (143 Km) sebesar 60 persen, Tol Sp. Indralaya – Muara Enim (121 Km) sebesar 33 persen, Tol Padang – Sicincin (36 Km) sebesar 44 persen, Tol Pekanbaru – Pangkalan (64 Km) sebesar 62 persen, Tol Bengkulu – Taba Penanjung (18 Km) sebesar 81 persen dan Tol Binjai Langsa seksi Binjai – Pangkalan Brandan (58 Km) sebesar 38 persen.

Perusahaan juga sedang mengajukan usulan PMN Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp 31,35 triliun dalam bentuk tunai yang akan dialokasikan untuk menyelesaikan beberapa ruas Tol Trans Sumatera yang ditargetkan rampung keseluruhan di 2023.

“Alokasi PMN TA 2022 sebesar Rp 31,35 triliun akan digunakan untuk ruas Pekanbaru – Dumai senilai Rp293 miliar, Binjai – Langsa senilai Rp 3,58 triliun, Sp. Indralaya – Muara Enim senilai Rp7,18 triliun, Kisaran – Indrapura senilai Rp2,42 triliun, Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat senilai Rp5,05 triliun, Bengkulu – Taba Penanjung senilai Rp1,23 triliun, Sigli – Banda Aceh Rp6,37 triliun dan Pekanbaru – Pangkalan senilai Rp5,20 triliun,” kata Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya tersebut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel