PN Padang Vonis Mati Pembunuh Mahasiswi

Padang (ANTARA) - Majelis hakim Pengadilan Negeri Padang memvonis mati Ade Saputra (26), terdakwa kasus perkosaan dan pembunuhan Siska, mahasiswi Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Gunung Pangilun Padang.

"Terdakwa dinilai telah terbukti bersalah dan melanggar pasal 340 KUHP, pasal 286 KUHP dan pasal 362 KUHP tentang pembunuhan, pemerkosaan dan pencurian," ungkap Ketua Majelis Hakim Muchtar Agus Cholif saat pembacaan putusan, Kamis.

Putusan tersebut sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) pada sidang sebelumnya.

Sidang yang dimulai pukul 09.15 WIB-10.15 WIB ini diliputi suasana tegang saat hakim mulai membacakan putusan. Salah seorang keluarga korban sempat berteriak agar hakim memberikan putusan sesuai tuntutan JPU.

"Hukum mati dia, hukum mati dia," teriaknya.

Untuk menenangkan suasana, hakim meminta yang bersangkutan keluar dari ruang sidang demi kelancaran persidangan.

Usai putusan dibacakan, mamak (paman) korban, Syafrudin menyatakan rasa terima kasihnya kepada para majelis hakim dan JPU yang telah menuntut dan memutuskan hukuman yang seadil-adilnya terhadap kasus ini.

Sementara, terpidana Ucok (panggilan terdakwa) mengatakan akan pikir-pikir untuk melakukan banding ke Pengadilan Tinggi saat diminta jawabannya oleh majelis hakim terhadap putusan yang dibacakan.

Dalam sidang sebelumnya, terdakwa Ucok hanya meminta keringanan hukuman tanpa menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada keluarga korban.

Sidang dikawal ketat 275 personel aparat Polresta Padang berseragam lengkap, dilengkapi dengan peralatan seperti tameng, dan dua unit mobil barracuda. Polisi siaga mulai dari gerbang pengadilan hingga ke ruang sidang.

Petugas juga memeriksa semua barang bawaan pengunjung yang masuk ke pengadilan dengan menggunakan metal detektor.

Kepala Bagian Operasional Polresta Padang, Kompol Ari Yuswan menyebutkan standar operasional pengamanan (SOP) dilakukan karena informasi dari intel akan ada pengerahan massa yang lebih banyak dari keluarga korban.

Sebelumnya, Siska dibuang terpidana Ucok di selokan di kawasan Pincuran Tujuh Kelurahan Kalumbuk, Kecamatan Kuranji, Padang pada 11 Maret 2011 setelah dibunuh dan ditemukan oleh warga setempat.

Dalam fakta persidangan terungkap bahwa pembunuhan dilakukan karena korban menolak diajak berhubungan intim oleh terpidana.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.