PNM Bangka latih manajemen usaha 872 nasabah

PT Permodalan Nasional Madani Cabang Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memberikan pelatihan manajemen usaha kepada 872 nasabah agar semakin terampil dalam menjalankan bisnis yang digeluti.

"Pelatihan dalam rangka meningkatkan kapasitas para nasabah ini rutin kami lakukan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam membangun kemandirian pelaku usaha, terutama para nasabah yang selama ini menjalin kerja sama dengan perusahaan," kata Sekretaris Perusahaan PT PNM Dodot Patrya Ari melalui rilis yang diterima Antara di Pangkalpinang, Minggu.

Menurut dia, para nasabah perusahaan merupakan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah yang sebagian besar masih dikelola secara tradisional sehingga membutuhkan pendampingan dan tambahan wawasan agar usaha yang dijalankan mampu bertahan, bahkan semakin berkembang.

"Dalam bulan Oktober tahun ini kami sudah menggelar pelatihan melalui program Merdeka dan Berdaya yang melibatkan 872 nasabah, baik nasabah program Ulamm maupun Mekaar dari PT PNM," ujarnya.

Baca juga: Bank Muamalat salurkan pembiayaan kepada PNM senilai Rp500 miliar

Sebanyak 872 nasabah peserta pelatihan tersebut tersebar di 13 unit program Mekaar dan tiga unit Ulamm, meliputi 16 desa dan kelurahan di Babel.

Materi pelatihan yang diberikan, antara lain pemahaman literasi keuangan, pentingnya memiliki izin usaha dan optimalisasi penjualan melalui media sosial.

"PNM sangat memperhatikan keberlangsungan usaha nasabahnya. Hal ini diwujudkan melalui strategi tiga pilar modal, yaitu modal finansial, modal intelektual dan modal sosial," ujarnya.

Ia berharap melalui berbagai pelatihan yang sudah diberikan bisa membantu pelaku usaha, khususnya para nasabah, agar bisnis yang dijalankan semakin berkembang dan mandiri.

Baca juga: Anggota DPR sebut ibu jadi kekuatan ekonomi keluarga

Dodot mengatakan, secara nasional hingga 13 November 2022 PT PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp157,44 triliun kepada 13,2 juta nasabah PNM Mekaar.

Hingga saat ini PNM memiliki 4.213 kantor layanan di seluruh Indonesia yang melayani UMKM di 34 provinsi, 513 kabupaten/kota, dan 6.634 kecamatan.