PNM berdayakan UMKM melalui kolaborasi dengan mitra terkait

·Bacaan 2 menit

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) melakukan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui langkah kolaborasi dengan sejumlah mitra terkait.

"PNM tidak hanya memberikan permodalan tetapi juga memberikan pendampingan, karena dalam pemberdayaan kami melakukan kolaborasi dengan seluruh pihak, bisa dari pemkot, pemerintah pusat, praktisi, lembaga riset yang punya kepentingan sama dengan PNM yakni pemberdayaan UMKM," kata Direktur Kelembagaan PNM Sunar Basuki di Solo, Jawa Tengah, Jumat.

Ia mengatakan untuk pemberdayaan yang dilakukan oleh PNM kepada pelaku usaha cukup lengkap, salah satunya pembentukan mental berusaha.

"Yang namanya mental berusaha harus dibangun dari awal, karena kalau tidak kasihan pelaku usaha. Gagal sekali langsung down, langsung gagal, padahal pebisnis jatuh bangun itu biasa. Motivasi usaha juga harus diberikan, karena kalau saat jatuh harus diberikan semangat," katanya.

Selain itu, dikatakannya, pemberdayaan lain yang juga dilakukan seperti pelatihan produksi dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas pelaku usaha.

"Selain itu juga penerapan teknologi tepat guna, pemasaran offline maupun online. Ini penting agar nasabah kami bisa tetap berusaha di masa pandemi," katanya.

Bahkan, sebagai bagian dari pendampingan kepada pelaku UMKM, pihaknya juga membantu pelaku UMKM melengkapi dokumen perizinan, sertifikasi halal, PIRT, hingga pembuatan NPWP.

"Kami juga ada klasterisasi, semua usaha sejenis kami kumpulkan terus kami undang ahli di usaha tersebut. Selain itu ada ekosistem tentang kampung madani, bukan hanya pelatihan pemberdayaan tetapi CSR juga masuk di situ," katanya.

Sementara itu, di sepanjang tahun 2021 PNM Cabang Solo membukukan realisasi Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di region Solo dan sekitarnya sekitar Rp615 miliar, dengan jumlah number of account (NOA) sebanyak 162.000.

Pimpinan PNM Cabang Solo Budi Santoso mengatakan tercatat ada sekitar 1.400 NOA UMKM binaan PNM Cabang Solo yang naik kelas di sepanjang 2021, dari program Mekaar Plus ke program Pantas dengan outstanding kelolaan sekitar Rp11 miliar. Ia mengatakan saat ini kondisi ekonomi relatif lebih baik dibanding 2020.

"Kami berharap 2022 lebih baik lagi. Meskipun saat ini kami belum dapat informasi soal target penambahan jumlah nasabah, tapi kami optimistis mampu mencapai hasil yang lebih tinggi ketimbang 2021," katanya.

Baca juga: Presiden: Nasabah PNM Mekaar tak kalah dari bank peraih Nobel
Baca juga: Rachmat Gobel: Lawan pinjol ilegal dengan kuatkan PNM dan koperasi
Baca juga: PNM akan salurkan subsidi bunga senilai Rp2 triliun pada 2022

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel