POGI Serukan Rekomendasi Vaksinasi COVID-19 untuk Ibu Hamil

·Bacaan 2 menit

VIVA – Meningkatnya kasus ibu hamil terkonfimasi COVID-19 di sejumlah kota besar di Indonesia dalam keadaan yang berat (severe case), serta ditemukan varian baru yang masuk di Indonesia, terutama varian Delta telah menyebabkan populasi ibu hamil menjadi lebih rentan dan lebih cepat mengalami perburukan hingga kematian.

Berdasarkan data dari Pokja Infeksi Saluran Reproduksi Perhimpunan Obstetri dan Ginekolog Indonesia (POGI) dan POGI Cabang selama bulan April 2020 hingga April 2021, terdapat 536 kasus Covid pada ibu hamil. Dari data tersebut, sekitar 51,9 persen diantaranya merupakan ibu hamil tanpa gejala dan tanpa bantuan napas (OTG).

Lalu, usia kehamilan di atas 37 minggu sebanyak 72 persen, kematian komplikasi COVID-19 sebanyak 3 persen, dan Perawatan intensif ibu (ICU), sebanyak 4,5 persen masuk ICU.

Sementara itu, data jumlah kematian dokter Indonesia berdasarkan profesi (data Tim Mitigasi Dokter PB IDI sampai dengan Juni 2021), menunjukkan spesialis obstetri dan ginekologi sebanyak 27 orang.

"Data itu menempati urutan kedua setelah dokter umum,” kata Ketua Umum POGI, dr. Ari K. Januarto SpOG(K)-Obginsos, dalam keterangannya.

COVID-19 meningkatkan risiko kejadian persalinan prematur dan komplikasi kehamilan lainnya. Meski hingga saat ini belum ada data ilmiah mengenai efektifitas maupun potensi bahaya pemberian vaksin COVID-19 untuk ibu hamil dan menyusui mengingat tergolong dalam kelompok vulnerable population.

"Namun dengan mendapatkan vaksinasi dalam kehamilan akan mencegah ibu hamil bergejala berat bila terpapar COVID-19,” kata Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG(K)-FER, MPH, Sekjen Pengurus Pusat POGI.

Perhimpunan Obstetri dan Ginekolog Indonesia (POGI) menyerukan perlunya diambil langkah dan rekomendasi yang terkait dengan pencegahan agar tidak terjadi peningkatan kasus secara masif serta upaya mempercepat dan memperluas vaksinasi dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19.

Sepanjang pandemi, para dokter peneliti di dunia telah melakukan beragam kajian mengenai manfaat vaksinasi bagi ibu hamil dan menyusui.

CDC (Centers for Diseases Control and Prevention) yang menyatakan bahwa ibu hamil akan mengalami keadaan yang lebih berat dibandingkan dengan ibu yang tidak hamil sehingga membutuhkan perawatan di RS, ruang intensif atau ventilator dan alat bantu napas lainnya.

WHO (World Health Organization) juga telah menyatakan bahwa ibu hamil dengan usia diatas 35 tahun, IMT yang tinggi dan memiliki komorbid seperti diabetes dan hipertensi, serta kelompok risiko tinggi terpapar COVID-19, direkomendasikan untuk mendapat vaksinasi Sinovac.

Demi keselamatan ibu hamil dan janin dari penularan dan efek COVID-19, POGI menyerukan dukungan pada pelaksanaan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di daerah dengan tingkat kejadian kasus mulai dari zona kuning sampai dengan hitam.

Selain itu, hal tersebut juga guna memperbarui dan meningkatkan sosialisasi pedoman penanganan ibu hamil dan ibu bersalin yang terinfeksi COVID-19 pada seluruh tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan yang melakukan pemeriksaan kehamilan dan persalinan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel