Pol Espargaro Buka Kelemahan KTM RC16

Sebastian Fränzschky
·Bacaan 1 menit

Setelah bertahun-tahun menjalankan program pengembangan, KTM baru memperlihatkan hasil memuaskan musim 2020, di mana mereka menempatkan Miguel Oliveira dan Brad Binder ke podium tertinggi dalam tiga balapan.

Meski belum finis di urutan pertama seperti kedua rekannya, Espargaro dinilai paling cemerlang. Adik rider Aprilia Racing Team Gresini, Aleix, itu tembus tiga besar di lima kesempatan.

Ia menyudahi musim lalu bersama Red Bull KTM Racing di peringkat kelima klasemen total.

Pencapaiannya itu seharusnya bisa lebih baik kalau RC16 tak bermasalah. Pol menilai motor tersebut terlalu sensitif dengan berbagai kondisi. Kerap berubahnya urutan latihan bebas dari Moto3 hingga MotoGP juga berpengaruh kepada penggunaan ban.

“Pada beberapa balapan, kami sangat cepat selama satu lap pada Sabtu dan kami dapat membalap dengan ritme sangat cepat (dalam latihan),” tuturnya.

“Tapi setelah balapan Moto2 hari Minggu atau ada perubahan temperatur, kelembaban berbeda atau angin, motor kami bereaksi terlalu kuat.

“Reaksinya sangat kuat dibandingkan mesin dari pabrikan lain. Sulit mencapai konsistensi tertentu terkait hal ini. Motor kami super sensitif ketika temperatur trek berubah. Dengan angin, tidak terlalu buruk tapi itu tetap jadi masalah.

“Pastinya akan hebat kalau punya sedikit lagi konsistensi sehingga saya dapat berjuang untuk sesuatu yang bagus di kejuaraan. Bagus sekali kami dapat memperbaiki masalah ini secara signifikan, walau menurut saya, itu tidak cukup.”

Dari editor, baca juga:

Pol Espargaro Tak Sabar Geber RC213V Espargaro Klaim Peningkatan KTM Terjadi Jauh Sebelum Pedrosa Hadir