Pola Baru Wali Kota Risma Tekan Angka Kasus Corona Covid-19 di Surabaya

Liputan6.com, Surabaya Wali Kota Risma menyiapkan pola baru untuk menekan angka kasus Corona Covid-19 di Surabaya. Pola itu memisahkan pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan negatif berdasarkan hasil uji seka dengan pasien yang masih positif.

"Nanti yang pasien Covid-19 satu kali negatif swab kami kumpulkan dan kami pisah. Mungkin kalau di Hotel Asrama Haji bisa pakai pola-pola itu, mungkin satu kali (swab) begitu bisa," ujarnya, seperti yang dikutip dari Antara, Jumat (26/6/2020).

Wali Kota Risma menuturkan sebelum 14 hari menjalani masa isolasi, pasien tersebut harus mengikuti uji seka supaya pasien yang telah mengikuti dua kali uji seka itu bisa segera pulang pada hari ke-15. Menurut Wali Kota Risma, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya melakukan satu kali uji seka pada pasien yang sebelumnya dinyatakan positif Corona Covid-19 dan hasilnya negatif.

Saat ini sudah banyak pasien yang sembuh. Namun, ia khawatir jika pasien yang sebelumnya positif dilakukan sekali uji seka dengan hasil negatif itu kemudian bisa saja kembali positif.

"Menurut saya itu risiko sekali, karena punya punya pengalaman yang sudah-sudah pasien COVID-19 swab sekali hasilnya negatif itu kemudian jadi positif," ucapnya.

Oleh karena itu, ia sedang menyiapkan pola dan berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan (Menkes) agar pasien Corona Covid-19 bisa dilakukan satu kali uji seka sebelum dipulangkan dari isolasi. Selain itu, Wali Kota Risma juga harus memikirkan bagaimana menghindari dampak risiko yang ditimbulkan.

Saksikan video pilihan berikut ini: