Pola Lantai adalah Unsur dari Seni Tari, Simak Macam dan Tujuan Penggunaannya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Seni tari merupakan sebuah ekspresi jiwa dalam bentuk gerak yang diiringi dengan irama. Tiap gerak dan perpindahan dalam seni tari memiliki nilai yang mengutamakan keindahan. Sedangkan pola lantai adalah salah satu unsur yang ada di dalam sebuah seni tari.

Pola lantai bisa mempermudah penari dalam menyampaikan keindahan gerak yang dilakukan. Maka tidak heran apabila banyak penari yang mengandalkan pola lantai. Sebab, pola lantai adalah sebuah acuan agar terciptanya sebuah gerakan yang rapi dan indah.

Pola lantai di dalam seni tari sendiri terdiri dari empat jenis saja. Antara lain jenis pola lantai horizontal, vertikal, diagonal, dan melengkung. Tapi, dalam praktiknya pola lantai yang digunakan dalam seni tari lebih sering diterapkan pada jenis tarian tradisional. Beberapa jenis tari tradisional yang menggunakan pola lantai adalah tari Saman dari Aceh dan tari Pendet dari Bali.

Tujuan penggunaan pola lantai adalah sebagai acuan untuk permudah perpindahan gerak tiap penari serta terciptanya alur yang lebih tertata. Untuk membahas mengenai pola lantai lebih lanjut, berikut ini Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber, Kamis (5/11/2020).

Pengertian Pola Lantai

Ilustrasi menari (Foto: unsplash.com/Ahmad Odeh)
Ilustrasi menari (Foto: unsplash.com/Ahmad Odeh)

Di dalam seni tari, yang dimaksud dengan pengertian pola lantai adalah sebuah komposisi yang tujuannya mengatur tata letak penari, disesuaikan dengan kebutuhan teknis ketika membawakan tari dalam sebuah kelompok.

Namun, dewasa ini pola lantai telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Perkembangan dalam pola lantai, bisa terlihat dari pola lantai yang bercorak tradisional seperti garis lurus, sejajar, dan melingkar, menjadi asimetris, diagonal, bahkan tak beraturan.

Sebenarnya fungsi pola lantai adalah memberi daya tarik bagi penampilan tari di atas panggung. Maka tidak jarang, suatu pertunjukan seni tari akan terdapat berbagai macam penggunaan pola lantai. Tujuannya agar sebuah tarian dapat memberikan dinamika tersendiri secara visual kepada para penonton. Meskipun jika melihat dari pola lantai tari tradisional cenderung statis. Maksudnya, pola lantai yang digunakan dalam tarian tradisional cenderung tidak berubah-ubah.

Macam-Macam Pola Lantai dalam Seni Tari

Pementasan tari berjudul Ngawak secara daring di YouTube Indonesiakaya (Dok.Galeri Indonesia Kaya)
Pementasan tari berjudul Ngawak secara daring di YouTube Indonesiakaya (Dok.Galeri Indonesia Kaya)

Meskipun saat ini pola lantai sudah sangat berkembang dan sangat banyak variasi yang bisa ditampilkan. Namun ada beberapa pola lantai yang cukup dasar dan perlu untuk dipahami. Sebab pola lantai dasar tersebut bisa menjadi dasar pengembangan agar tercipatanya pola lantai yang lebih baru dan variatif. Adapun beberapa jenis dasar dari pola lantai adalah:

Horizontal

Pola lantai horizontal memiliki bentuk berupa barisan. Posisi penari yang menggunakan pola lantai ini dengan berjajar dari kiri ke kanan, atau berjajar dari kanan ke kiri.

Makna dari pola lantai horizontal yaitu melambangkan sebuah ikatan antara manusia satu dengan manusia lainnya. Bahkan pada beberapa tarian tradisional Indonesia menggunakan polai lantai ini. Beberapa tarian yang menggunakan pola lantai ini adalah tari Indang dari Sumatera Barat dan tari Saman dari Aceh.

Diagonal

Kemudian, pola lantai diagonal memiliki ciri khas bentuk garis menyudut ke kanan atau ke kiri. Pola lantai yang dilakukan oleh para penari ini, bertujuan agar tarian terlihat lebih kokoh dan kuat. Selain itu, pola lantai yang satu ini dapat memberi visual yang lebih indah saat penari membawakan suatu tarian.

Ada beberapa jenis tarian tradisional yang menggunakan pola lantai ini, antara lain tari Sekapur Sirih dari Jambi, tari Gending Sriwijaya dari Sumatera Selatan, dan tari Pendet dari Bali.

Vertikal

Pola lantai vertikal punya pola yang bentuknya lurus memanjang. Pola lantai ini berfungsi untuk membentuk formasi lurus dari depan ke belakang atau sebaliknya. Pola lantai ini dilakukan oleh penari dengan jumlah lebih dari satu orang.

Pola lantai vertikal biasa digunakan ketika penari menarikan tarian klasik, sebab pola lantai vertikal bisa melambangkan ikatan antara manusia dengan Tuhannya. Sehingga pola lantai vertikal memiliki arti yang cukup magis, kuat dan mendalam.

Pada jenis tarian tradisional Indonesia, ada beberapa yang menggunakan jenis pola lantai ini. Beberapa di antaranya adalah tari Serimpi dari Jawa Tengah, tari Yospan dari Papua, tari Pasambahan dari Sumatera Barat dan tari Baris Cengkedan dari Bali.

Melengkung

Selanjutnya, pola lantai yang terakhir yaitu pola lantai melengkung. Pola lantai ini terdiri dari beberapa jenis bentuk pola lantai, yaitu garis lingkaran, angka delapan, huruf U, serta lengkung ular.

Pola lantai lengkung umumnya akan membuat tarian tradisional menjadi lebih indah dan terlihat tidak kaku. Pola lantai ini banyak digunakan dalam tarian tradisional sebab lebih terlihat dinamis. Beberapa jenis tarian tradisional yang menggunakan jenis pola lantai melengkung, seperti tari Ma’badong Toraja dari Sulawesi Utara, tari Piring dari Sumatera Barat dan tari Randai dari Sumatera Barat.

Tujuan Penggunaan Pola Lantai

Pertunjukan tari tradisional Bali di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jumat-Sabtu (2-3 Maret 2019). (dok. Instagram @blitudik/https://www.instagram.com/p/BuoK7ioBiwZ/Esther Novita Inochi)
Pertunjukan tari tradisional Bali di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jumat-Sabtu (2-3 Maret 2019). (dok. Instagram @blitudik/https://www.instagram.com/p/BuoK7ioBiwZ/Esther Novita Inochi)

Ada beberapa tujuan mengapa tarian pada akhirnya menggunakan sebuah pola lantai. Berikut ini penjelasan lengkapnya:

Menjaga agar penari tidak bertabrakan

Dengan menggunakan pola lantaim setidaknya mampu menjaga penari agar tidak saling bertabrakan dengan penari lainnya. Sebab, dalam tarian sangat mungkin terjadi tabrakan jika tidak menguasai pola lantai, terutama dalam tarian tradisional.

Permudah tahap suatu gerakan

Saat penari pindah dari area satu ke area lain, maka gerakan penari juga akan berbeda. Dengan menggunakan pola lantai, maka penari bisa cepat memahami gerakan selanjutnya dengan lebih mudah.

Tarian lebih kompak

Penggunaan pola lantai mampu menciptakan kekompakan antar penari. Sebab, penari akan bergerak leluasa memenuhi panggung dengan kompak tanpa perlu adanya komunikasi secara verbal. Hal ini bisa terjadi, karena gerakan telah diatur melalui pola lantai yang diciptakan para koreografer serta sudah dihapalkan selama proses latihan sebelum pementasan.

Jadi ciri khas suatu tarian

Menggunakan pola lantai mampu menjadikan tarian memiliki ciri khas. Sebab pola lantai yang digunakan sudah pasti memiliki perbedaan antara satu tarian dengan tarian lainnya.

Meski tidak selalu digunakan dalam sebuah tarian, namun penggunaan pola lantai adalah hal penting yang bisa meningkatkan performa pertunjukan tari saat di pementasan.