Polandia Minta Jerman Ganti Rugi Dampak Perang Dunia Kedua Senilai Rp19.300 Triliun

Merdeka.com - Merdeka.com - Polandia kemarin memperkirakan kerugian finansial akibat Perang Dunia Kedua mencapai 1,3 triliun Euro atau Rp. 19.300 triliun dan mereka meminta Jerman untuk bernegosiasi mengenai pembayaran ganti rugi.

Uang ini adalah untuk "kompensasi atas kematian lebih dari 5,2 juta warga Polandia", ujar Jaroslaw Kaczynski, ketua partai Hukum dan Keadilan Polandia (PiS), seperti dikutip AFP, Kamis (1/8).

Kaczynski, yang juga dianggap sebagai pemimpin de facto Polandia, menyatakan Jerman memiliki kewajiban moral untuk memberikan uang ganti rugi itu. Sejak mulai berkuasa pada 2015, partai itu selalu memperjuangkan masalah uang ganti rugi perang kepada Jerman.

Namun permintaan negosiasi pembayaran uang ganti rugi itu selalu ditolak Jerman.

Kepada AFP, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan "posisi Jerman tidak berubah, isu mengenai ganti rugi perang telah ditutup".

Dia turut merujuk kepada keputusan tahun 1953 di mana Polandia melepas hak uang ganti ruginya kepada Jerman. Kala itu, pemerintah Polandia melepas hak uang ganti ruginya kepada Jerman Timur dan bukan kepada Jerman Barat.

Berbagai tanggapan datang atas keputusan Polandia meminta uang ganti rugi perang kepada Jerman.

Donald Tusk, pemimpin partai oposisi Polandia mengatakan "Inisiatif PiS tentang uang reparasi perang selalu muncul selama beberapa tahun setiap kali PiS perlu membangun narasi politik".

"Ini bukan tentang reparasi dari Jerman, tetapi kampanye politik" ujarnya.

Meski begitu, Kaczynski tetap teguh agar permintaan uang ganti rugi tetap ditindaklanjuti.

Polandia kehilangan 5,3 juta penduduknya, bahkan 590 ribu warga menjadi penyandang disabilitas karena eksperimen yang dilakukan pemerintah Nazi Jerman pada Perang Dunia Kedua.

Hingga hari ini, tindakan pemerintah Nazi Jerman di masa lalu masih membekas bagi Polandia. Sebab itu, Kaczynski memperjuangkan hak negaranya untuk mendapatkan uang ganti rugi dari Jerman.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]