Polbangtan Bogor Budidayakan Melon Hidroponik dengan Teknologi Smart Green House

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pertanian selalu berupaya untuk menghadirkan inovasi bagi pertanian Tanah Air. Keinginan tersebut dijawab Polbangtan Bogor yang membudidayakan melon hidroponik dengan teknologi smart green house.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, untuk mengembangkan SDM pertanian perlu adanya Lembaga Pendidikan Pertanian yang berfungsi sebagai wadah untuk mencetak tenaga SDM Pertanian yang andal, profesional, maju, mandiri, dan modern.

Saat ini pendidikan vokasi menjadi jawaban untuk meningkatkan kualitas SDM.

"Pendidikan vokasi tidak hanya mengajarkan keterampilan dalam pendekatan intelektual tetapi juga sekaligus menyatukan sistem intelektual dengan manajemen orientasi seperti lapangan, dan praktis,” ujar Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa lembaga pendidikan merupakan mesin cetak SDM unggulan yang berperan penting membentuk generasi muda milenial sebagai pelaku pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

“SDM pertanian unggul dapat tercetak dan link and match dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) apabila didukung oleh sarana dan prasarana dalam hal ini Teaching Factory (TEFA) yang memadai agar mahasiswa Polbangtan dapat meningkatkan kompetensi dan kemampuan dalam melakukan praktik produksi pertanian di lokasi Smart Green House (SGH)," papar Dedi.

SGH merupakan sistem pertanian modern dengan memanfaatkan teknologi yang dapat mengatur dan memantau kelembapan tanah dan suhu udara pada greenhouse serta dapat dimonitor melalui smartphone.

Konstruksi SGH memiliki dua ruang yaitu ruang tanam dan ruang antara (ruang kontrol). Ruang antara dibangun untuk menghindari kontak langsung ruang tanam dengan lingkungan luar.

(Foto:Dok.Kementerian Pertanian RI)
(Foto:Dok.Kementerian Pertanian RI)

Ruang antara digunakan untuk penempatan perangkat keras pengendalian terpusat dan untuk persiapan sehingga personel yang akan masuk ke ruang tanam tersterilisasikan terlebih dahulu.

Adalah Irvan Varinto, alumni Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor yang tengah mengembangkan melon secara hidroponik dengan Teknologi Smart Green House.

Selaku Manager Unit Teaching Factory/Teaching Farm di SGH, ia bertanggung jawab atas pengelolaan komoditas yang ada terutama melon.

Setelah diresmikan oleh Mentan pada tahun 2020 lalu, SGH Polbangtan Bogor telah berhasil mengembangkan 6 unit yang diisi dengan berbagai komoditas, utamanya Melon dan berbagai komoditas sayuran seperti Selada Keriting Hijau, Lolorosa, Romaine, Kale Curly, Kailan, Pakcoy, bayam merah dan bayam hijau. Berbagai komoditas di atas ditanam secara hidroponik.

"SGH ini memiliki keunggulan sebagai rumah tanaman yang dilengkapi dengan sistem climate control (kontrol iklim) yang dapat di atur sesuai dengan syarat iklim yang sesuai dengan komoditas yang dibudidayakan serta tidak tergantung dengan lingkungan luar sehingga dapat berproduksi secara teratur dan terus menerus (kontinuitas), tidak hanya itu SGH dapat diawasi dan dioperasikan secara jarak jauh melalui aplikasi android," papar Irvan.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti, mendukung inovasi tersebut.

"Memanfaatkan teknologi, inovasi dan jiwa kewirausahaan yang sudah dibangun serta ditingkatkan dapat menjadi modal utama petani milenial untuk membangun pertanian di Indonesia," kata Santi.

Ia pun menambahkan dengan adanya pengembangan SGH di Polbangtan Bogor diharapkan para mahasiswa dapat lebih mengenal dan memahami teknologi, inovasi dan kewirausahaan berbagai komoditas hortikultura secara hidroponik. Sehingga para milenial dapat mengelola pertanian secara maju, mandiri dan modern.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel