Polda Aceh: Briptu WP Murni Bunuh Diri, Motif Tekanan Ekonomi

Merdeka.com - Merdeka.com - Polda Aceh sudah membuat kesimpulan terkait kematian anggota Polres Aceh Timur, Briptu WP, yang diduga menembak kepalanya sendiri. Kejadian itu dinyatakan murni bunuh diri.

Kesimpulan itu didasarkan pada hasil uji laboratorium forensik (labfor) dan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta hasil TPTKP Tim Gabungan Inafis Ditreskrimum Polda Aceh.

"Hasil uji laboratorium forensik memastikan kalau Briptu WP meninggal dunia murni karena bunuh diri. Hasil itu juga diperkuat oleh beberapa pemeriksaan lainnya," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, Jumat (23/9).

Winardy menyebut Polda Aceh mengedepankan scientific crime investigation dalam menangani kasus itu. Pihaknya juga melakukan uji balistik barang bukti senjata dan proyektil untuk membuat terang peristiwa itu. Hasilnya menunjukkan Briptu WP bunuh diri.

Dia menambahkan, berdasarkan hasil gelar perkara Bidpropam Polda Aceh, tak ditemukan keterlibatan personel lain dalam peristiwa itu. Tidak ada yang melakukan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri atau Komisi Kode Etik Polri terkait kematian Briptu WP.

Motif Tekanan Ekonomi

Sejak kasus itu mencuat, publik di Aceh bertanya-tanya mengenai motif yang melatarbelakangi Briptu WP menghabisi nyawanya sendiri. Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy mengatakan motifnya diduga kuat karena tekanan ekonomi.

"Apalagi diketahui bahwa selama ini Briptu WP ikut membantu perekonomian keluarga," ujar singkat.

Sebelumnya diberitakan, Briptu WP ditemukan tewas di rumahnya di Desa Seuneubok Punteut, Peudawa, Aceh Timur, pada Kamis (25/8) sore. Dia diketahui merupakan anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Timur. [yan]