Polda Aceh Tes DNA Polisi Hilang saat Tsunami yang Ditemukan di RSJ

Mohammad Arief Hidayat
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepolisian Daerah Aceh melalui Disaster Victim Identification Bidang Kedokteran dan Kesehatan melakukan tes DNA polisi yang dilaporkan hilang saat tsunami dan ditemukan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh untuk memastikan identitas yang bersangkutan.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kombes Pol Arios Bismark didampingi Kepala Bidang Humas Kombes Pol Winardy di Banda Aceh, Sabtu, 20 Maret 2021, mengatakan pengambilan sampel DNA melalui swap buccal.

"Selain sampel DNA, pemeriksaan juga dilakukan dengan mengambil sidik jari. Pemeriksaan tersebut untuk memastikan kalau Asep benar anggota Polri yang dinyatakan hilang saat tsunami menerjang Aceh pada 2004," kata Bismark.

Selain DNA, kata Bismark, Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Aceh juga sudah memeriksa fisik, seperti tanda lahir, spesimen wajah, dan tanda lainnya yang autentik.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh AKBP Wahyu Kuncoro mengatakan, pihaknya juga telah memeriksa sidik jari untuk membantu mengetahui identitas Asep.

"Sidik jari yang bersangkutan sudah diambil. Sidik jari merupakan bukti identitas yang kuat. Selanjutnya, sidik jari itu akan dicocokkan," katanya.

Sebelumnya beredar informasi di media sosial anggota Polri yang ditugaskan ke Aceh bernama Asep dengan pangkat ajun brigadir polisi dilaporkan hilang saat tsunami ditemukan di RSJ Banda Aceh

Asep sebelumnya anggota pasukan bawah kendali operasi Brimob Resimen II Kedung Halang Bogor bertugas di Poskotis Brimob Peukan Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, pada 2004. Poskotis itu rata dengan tanah setelah disapu tsunami. (ant)