Polda Jateng Buru Pria Mengaku Polisi Ancam Sebar Video Bugil Korban

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) memburu pelaku pemerasan dan penipuan yang mengaku sebagai polisi. Modus yang dilakukan pelaku mengancam akan menyebar foto tidak senonoh milik korban.

"Kita masih dalami untuk mengungkap identitas asli, dan keberadaan pelaku masih dalam pelacakan," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy, Sabtu (15/7).

Tindak lanjut penanganan kasus pemerasan dan penipuan yang viral di medsos dilakukan sebagai respons atas aduan masyarakat yang menjadi korban. Dari hasil penelusuran sementara keberadaan pelaku di luar Jawa.

Sebelumnya, muncul cuitan di sebuah akun Twitter @merapi_uncover yang mengunggah pengakuan seseorang menjadi korban penipuan sosok pria berseragam polisi.

"Pak @ganjarpranowo, nyuwun tulung ditindaklanjuti penipuan mengatasnamakan (Septian P.S Wagiu) @poldajateng @reskrimsusjtg Semoga tidak ada korban lagi," cuit akun tersebut.

Dalam cuitan tersebut juga ditampilkan tangkapan layar percakapan pelaku kepada korban yang bernada ancaman.

Sedangkan hasil pengecekan melalui aplikasi WhatsApp mendapati hasil nomor tersebut didapati memasang foto profil sosok berseragam dinas Polri. Diduga nomor seluler tersebut dipakai oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan dengan modus mengatasnamakan anggota Polri.

Pihaknya merasa prihatin makin maraknya kasus penipuan dan pemerasan dengan modus serupa di masyarakat. Dia mengimbau pada masyarakat terutama anak muda untuk menjalin hubungan dengan berkenalan secara wajar.

"Agar lebih berhati-hati dalam menjalin perkenalan dengan seseorang melalui media sosial. Jangan sampai memberikan suatu hal yang privasi pada orang yang belum bisa dipastikan kebenaran identitasnya," pungkas Iqbal Alqudusy. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel