Polda Jateng Tangkap Penjual Bahan Mercon dan Pelaku Perang Sarung

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Jajaran Polda Jawa Tengah (Jateng) menangkap sejumlah orang terkait perdagangan bahan mercon atau petasan. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisasi gangguan Kamtibmas saat Ramadan.

"Jajaran kepolisian sudah menangani banyak kasus terkait mercon dan ditindak tegas. Beberapa orang ditangkap dan diproses hukum karena kasus jual beli bahan peledak yang akan dijual secara online maupun langsung," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, Minggu (17/4).

Dia merinci, tiga tersangka pembuat petasan atau mercon ditangkap Polres Kudus.
"Pada kejadian itu, polisi menangkap tiga tersangka dan menyita sebanyak 32,4 kilogram obat mercon siap pakai. Para tersangka menjual secara offline maupun online dengan harga Rp160.000 per kilogram. Sekarang mereka sudah menjalani proses hukum. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman penjara paling lama 20 tahun," katanya.

"Membuat, menyimpan, mengedarkan, dan menyalakan petasan merupakan perbuatan pidana," sambungnya.

Antisipasi Perang Sarung

Tak hanya itu, polisi juga mengantisipasi maraknya perang sarung. Aksi ini banyak dilakukan remaja dan anak-anak untuk mengisi waktu pada malam hari.

"Perang sarung bisa melukai bagian tubuh atau bagian kepala. Selain itu budaya perang sarung bila dibiarkan dapat berkembang menjadi aksi gesekan antarkelompok dan berpotensi pada jatuhnya korban jiwa," ujarnya.

Iqbal mencontohkan, aksi penganiayaan terhadap pelajar warga Tegal bernama Catur Setiawan. Remaja kelahiran tahun 2003 itu meninggal dunia setelah dianiaya dua orang di depan SMPN 3 Slawi pada Minggu (10/4) dini hari.

"Bermula dari janjian sejumlah remaja untuk perang sarung. Korban yang mencari sarungnya yang tertinggal di depan SMPN 3 Slawi, bertemu dengan sejumlah orang. Kemudian timbul cekcok dan aksi perkelahian yang berakibat korban meninggal dunia," terangnya.

Warga Diminta Melapor

Terkait fenomena perang sarung, Iqbal menyatakan, polres jajaran Polda Jateng sudah melakukan penindakan terkait hal ini.

"Bila tidak terjadi tindak pidana, dilakukan langkah pembinaan yang melibatkan unsur sekolah dan orang tua. Namun bila ada unsur pidana, maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Bila ada yang mengetahui pelanggaran terkait petasan atau mercon serta aksi perang sarung, silakan melaporkan ke polisi terdekat," tutupnya.

Iqbal mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif agar budaya membakar petasan dan perang sarung di bulan Ramadan bisa dihilangkan atau diminimalisasi.

"Kami imbau juga agar sejumlah warga yang mengisi Ramadan dengan budaya bakar petasan dan perang sarung untuk sedapat mungkin meninggalkan kebiasaan tersebut," pungkasnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel