Polda Jatim fokus awasi empat jalur pemudik

·Bacaan 2 menit

Kepolisian Daerah Jawa Timur fokus mengawasi empat jalur di wilayah setempat yang akan dimanfaatkan oleh para pemudik menyambut Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Latif Usman di Surabaya, Rabu, mengatakan empat jalur tersebut, yaitu jalur pantura, jalur tengah Bojonegoro, jalan tol dan jalur selatan.

"Nah, ini semua menuju ke kawasan timur, bertumpu di Malang, Surabaya sampai ke Banyuwangi. Tetapi ingat, bahwa Surabaya ini merupakan pergerakan orang yang akan mudik kembali,” ujarnya.

Baca juga: Gubernur Khofifah perkirakan 16,8 juta orang mudik ke Jatim

Antisipasi yang dilakukan, kata dia, salah satunya adalah penambahan sarana prasarana, seperti Jembatan di Lamongan yang saat ini sudah bisa dilewati.

Kombes Pol Latif menyampaikan bahwa yang perlu disiapkan di jalan tol adalah memberikan fasilitas berupa posko di tempat istirahat atau rest area.

"Di jalan tol kami betul-betul mempersiapkan diri. Total ada 23 rest area, dan bagaimana masyarakat yang perjalanan jauh lewat Jatim supaya bisa nyaman," ucap perwira menengah Polri tersebut.

Tak hanya rest area, mantan Direktur Lalu Lintas Polda DI Yogyakarta tersebut menyampaikan Ditlantas Polda Jatim telah melakukan pemetaan titik-titik tol yang rawan.

Baca juga: Jatim siapkan posko mudik Lebaran layani vaksinasi COVID-19

“Setidaknya ada tujuh titik tol yang perlu diwaspadai. Seperti Tol Sidoarjo, Tol Kejapanan, Waru Gunung, Singosari, Pandaan," kata Latif yang juga pernah menjabat Wadirlantas Polda Metro Jaya itu.

Kewaspadaan titik-titik tersebut, lanjut dia, bukan karena kecelakaan lalu lintas, melainkan berpotensi menimbulkan kemacetan.

Polri juga telah melaukan koordinasi dengan pengelola, termasuk pihak jalan tol, supaya tidak terjadi antrean di pintu atau gerbang tol.

"Kami meminta jangan sampai ada antrean lebih dari 1 kilometer. Apabila lebih maka harus ada kebijaksanaan dari mereka, apakah diloloskan atau bagaimana. Kami harap semuanya sudah bisa mengantisipasi,” kata perwira lulusan Akpol 1995 itu.

Baca juga: Pemprov Jatim harapkan kegotongroyongan cegah lonjakan kasus COVID-19

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel