Polda Jatim olah TKP lokasi ledakan petasan di Kabupaten Kediri

Tim Gabungan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi ledakan petasan Dusun Balong Cino, Desa Blaru, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, yang mengakibatkan lima orang menjadi korban.

Dirreskrimum Polda Kombes Pol Totok Suharyanto mengatakan olah TKP dilakukan dengan tim gabungan, guna melakukan sterilisasi.

"Olah TKP di lokasi, kami Tim Gabungan Polda Jatim bersama dengan anggota Labfor (Laboratorium Forensik) dibantu INAFIS ( Automatic Finger Print Identification System). Agenda ini juga diawali sterilisasi dengan rekan Jihandak Brimob," katanya di Kediri, Sabtu.

Baca juga: Ledakan petasan di Kabupaten Kediri akibatkan lima orang luka

Pihaknya menjelaskan, kejadian ledakan petasan ini pada Jumat (29/4) pukul 16.30 WIB di Dusun Balong Cino, Desa Blaru, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri.

Akibat kejadian itu, lima orang menjadi korban. Mereka langsung dievakuasi setelah kejadian dan kini sudah dalam perawatan tim medis.

Pihaknya juga masih mengembangkan terkait dengan asal bahan baku petasan tersebut. Anggota saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dari keterangan korban, lanjut dia, petasan dibeli secara daring. Namun, petugas tetap melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus itu.

Pihaknya pun meminta masyarakat untuk tidak bermain dengan petasan, karena bertentangan dengan hukum. Terlebih lagi, petasan juga bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain. Jika nanti muncul kejadian bisa menimbulkan korban.

"Anjuran ini kami imbau kepada warga, karena pada kurun waktu awal puasa sampai sekarang, Polda Jatim dan jajaran telah mengamankan barang bukti kasus ledakan petasan di 34 lokasi, dengan menangkap 54 tersangka, sekaligus 400 kilogram petasan dan hampir seluruhnya sudah dimusnahkan," ujar dia.

Sementara itu, Kabid Labfor Polda Jatim Kombes Pol Sodiq Pratomo menjelaskan pemicu ledakan petasan ini bersumber dari listrik, yang diketahui dari keberadaan fitting lampu, yang berada di ruang tamu.

"Dari olah TKP, bekas ledakan ini memiliki diameter sekitar 90 centimeter, kedalaman 80 centimeter. Kami menemukan kontainer atau wadah mercon dengan diameter 1 sampai 5 centimeter, bervariasi," kata dia.

Sodiq juga menambahkan di lokasi juga ditemukan ayakan, tempat gulung casing, alat pemadat, bahan belum jadi berupa kalium florat, dan fitting listrik.

"Kemudian, di titik pusat ledakan, juga ditemukan Kalium Florat, sulfur, dan aluminium," katanya.

Pihaknya menambahkan, barang bukti yang tersisa saat ini volumenya tinggal sedikit. Seluruhnya akan dibawa oleh petugas Labfor Polda Jatim.

Baca juga: Pemprov DKI larang warga nyalakan petasan saat malam takbiran
Baca juga: Satu rumah warga di Madiun rusak akibat ledakan bubuk petasan
Baca juga: Polres Kediri menangani 15 kasus terkait petasan selama April 2022

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel