Polda Jelaskan Penggerebekan Layanan Tes Antigen di Bandara Kualanamu

Agus Rahmat, Putra Nasution (Medan)
·Bacaan 1 menit

VIVAKepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara, memberi penjelasan terkait penggerebekan laboratorium pada pelayanan rapid test antigen di Bandara Internasional Kualanamu. Diduga, alat yang digunakan adalah alat tes bekas.

Dalam penggerebekan itu, kepolisian mengamankan 6 petugas labolatorium pada pelayanan rapid test antigen di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Mereka akan dimintai keterangan atas upaya hukum yang tengah dilakukan polisi.

Sebelumnya, Subdit IV Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara, melakukan penggerebekan pelayanan rapid tes antigen di Bandara Kualanamu, Selasa sore, 27 April 2021, sekitar 15.45 WIB.

Baca juga: UAS Resmi Nikahi Fatimah Hari Ini

"Kemudian, (Diamankan) 5 sampai 6 orang petugas yang ada di salah satu ruangan itu yang melakukan pemeriksaan rapid test. Totalnya saya tidak tahu persis berapa. Tapi beberapa sudah kami mintai keterangan," sebut Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi kepada wartawan di Medan, Rabu 28 April 2021.

Hadi menjelaskan, penindakan yang dilakukan tim Subdit IV Krimsus Polda Sumut itu terkait adanya dugaan tindak pidana atas UU Kesehatan, dalam pelayanan rapid test antigen di Bandara Internasional Kualanamu. Namun, Hadi belum bisa memerinci lebih lanjut.

"Sudah kami periksa, dan sampai saat ini penyidik Subdit IV masih terus mendalaminya," kata perwira melati tiga itu.

Dari penggerebekan dilakukan pihak kepolisian, sejumlah barang bukti diamankan. Yakni berupa perlengkapan layanan rapid tes antigen. Berdasarkan informasi berkembang di lapangan, penggerebekan karena tempat itu diduga menggunakan atau ?menyalahi aturan dengan menggunakan alat steril swab stuck atau peralatan bekas.