Polda Kaltara Gagalkan 47 Kg Sabu Selundupan di Sebatik, 3 Kurir Diupahi Rp1,6 M

Merdeka.com - Merdeka.com - Polda Kalimantan Utara (Kaltara) menggagalkan penyelundupan 47 kilogram narkotika jenis sabu asal Malaysia. Sebanyak tiga kurir ditangkap di wilayah Nunukan, Kaltara, Rabu (20/7).

Kapolda Kaltara Irjen Daniel Adityajaya mengatakan penangkapan dilakukan di Patok 3 Perbatasan Indonesia-Malaysia, Aji Kuning, Kecamatan Sebatik.

"Barang bukti sekitar 47 Kg sabu," kata Kapolda dalam keterangannya, Kamis (21/7).

Selain barang bukti, polisi juga menangkap tiga orang yang mempunyai peran berbeda-beda.

"IH, 32 tahun yang mengatur perjalanan kurir dan memastikan paket narkoba tiba sampai tujuan," bebernya.

Selanjutnya, pelaku ND (38) yang menjadi kurir paket dari Tawau Malaysia hingga Bambangan Nunukan, Indonesia.

"Pelaku ketiga ada AA, 44 tahun yang berperan sebagai kurir," kata Kapolda.

Sementara itu, Direskrimsus Polda Kaltara Kombes Hendy Kurniawan mengungkap para pelaku diupahi 500.000 ringgit Malaysia.

"Setara dengan Rp1,65 miliar yang rencananya dibayar setelah narkotika tiba di Palu," katanya.

Modus operandi para pelaku yakni, mulanya IH dan ND mendapat tawaran dari warga Malaysia berinisial EZ untuk mengantarkan sabu dari Tawau ke Nunukan hingga Palu. Pelaku ND kemudian bertugas membawa barang haram itu dari Tawau sampai Nunukan.

"Kemudian pengiriman dilanjutkan pelaku AA dari Nunukan yang rencananya akan dibawa ke Palu dengan menaiki kapal Pelni tujuan Pare-Pare," jelas Hendy.

Para pelaku coba mengelabui petugas dengan mengemas sabu ke dalam kemasan teh dan dimasukkan ke karung.

Mereka dijerat Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 2 Sub Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya, paling singkat lima tahun penjara dan paling tinggi hukuman mati. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel