Polda Kembali Ungkap Praktik Cuci Uang


INILAH.COM, Jakarta - Petugas kepolisian dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Metro Jaya mengungkap dugaan pencucian uang, dan menetapkan RAW, Kepala Cabang Pembantu Bank Panin Kelapa Gading, tersangka.

Menurut Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Yan Fitri Halimansyah mengatakan RAW, yang merupakan kepala cabang pembantu Bank Panin, Kelapa Gading, Jakarta Utara ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan pencucian uang hingga senilai 2,5 miliar rupiah. "Tersangka mengambil uang bank dari rekening  untuk kegiatan promosi," ucap Yan Fitri di Jakarta.

Dalam melakukan aksinya, RAW mengunakan modus mentransfer dana milik Bank Panin untuk kegiatan promosi ke rekening pribadi secara berturut-turut. Kepala Satuan Fiskal Moneter dan Devisa (Fismondev) Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, AKBP Aris Mundar mengatakan aksi RAW ini dilakukan sejak Desember 2010 hingga Januari 2011.

Awalnya tersangka mengirim dana milik bank swasta itu secara bertahap sebesar Rp10 juta, Rp20 juta, Rp120 juta, kemudian lima kali pengiriman dalam satu hari mencapai Rp1,39 miliar.
 

"Kemudian tersangka juga mengirimkan dana bank perusahaannya itu, sebanyak lima kali dalam satu hari hingga mencapai Rp1,24 miliar. Uang yang terkumpul mencapai Rp2,5 miliar dan digunakan untuk kebutuhan hidup dan membeli lembaran dolar hitam (black dolar) senilai Rp1,1 miliar untuk meraih keuntungan," jelasnya.

Aksi dari RAW sendiri tercium berkat audit rekening yang dilakukan oleh pihak bank dan menemukan adanya indikasi transaksi yang mencurigakan. "Pihak bank melaporkan dugaan tindak kejahatan perbankan yang dilakukan RAW kepada Polda Metro Jaya, 9 Februari 2011. Pada hari Rabu kemarin RAW ditangkap di Jakarta," ucap Aris Munandar.

Selain menahan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa dokumen neraca dan buku rekening. Untuk perbuatannya tersebut tersangka dijerat Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencucian uang juncto UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang perbankan dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun. 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.