Polda Kirim Anggota Terbaik ke Malang Pascasalah Gerebek Kolonel

Ezra Sihite, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Polda Jawa Timur memutasi Kasat Reskoba Polresta Malang Kota Komisaris Polisi Anria Rosa Piliang usai kasus salah gerebek kamar anggota TNI Kol Chb I Wayan Sudarsana di Hotel Regents, Kota Malang beberapa waktu lalu. Dia digantikan oleh Ajun Komisaris Polisi Danang Yudanto yang sebelumnya menjabat sebagai Panit II Unit III Subdit I Ditreskrimum Polda Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, hanya menyebut mutasi dilakukan sebagai penyegaran di organisasi Polri. Menurutnya, mutasi dalam jabatan di tubuh organisasi Polri merupakan hal yang biasa dan kerap dilakukan.

"Butuh penyegaran saja. Supaya lebih ada semangat lagilah untuk organisasi yang ada di situ. Diharapkan bagi anggota yang mengemban tugas baru sesegera bisa menyesuaikan diri di tempat yang baru," kata Gatot, Sabtu, 27 Maret 2021.

Gatot mengungkapkan, Ajun Komisaris Polisi Danang Yudanto merupakan anggota terbaik Polri. Alasan utama menempatkan Danang di Polresta Malang Kota karena dia memiliki reputasi sebagai anggota terbaik Polda Jatim.

"Tidak apa-apa. Ini kami kasih yang terbaik itu dari Polda (Jatim) anggota terbaik. Pengamatan kami bagus kerja dan kinerjanya. Semoga lebih bagus lagi di Malang," ujar Gatot.

Saat dikonfirmasi apakah ditugaskannya Danang ke Polresta Malang Kota untuk menyelesaikan insiden penindakan kasus penyalahgunaan narkotika hingga dan salah gerebek Kolonel TNI, Gatot hanya menjawab normatif. Danang kata dia pada prinsipnya dikirim untuk melaksanakan tugas Kasatreskoba di wilayah Polresta Malang Kota.

"Pokoknya dia harus melaksanakan tugas sebagai Kasatreskoba dengan baik," tutur Gatot.

Salah gerebek itu bermula ketika empat polisi mendatangi kamar hotel yang ditempati Kolonel Chb I Wayan Sudarsana pada Kamis dini hari, 25 Maret 2021. Ia menginap di sana dalam rangka tugas di Pusat Perhubungan Angkatan Darat dalam tim Pemeriksaan Materil Perbekalan dan Fasilitas TW I Tahun Anggaran 2021.

Saat itu I Wayan sedang istirahat. Tiba-tiba kamarnya digedor dari luar. Dia bangun dan membuka pintu. Ternyata ada empat orang yang mengaku polisi langsung masuk ke dalam kamar. Tanpa banyak basa-basi, polisi yang belakangan diketahui anggota Satreskoba Polresta Malang itu langsung mendorong Kolonel I Wayan dan menyuruh duduk di kursi di dalam kamar.

I Wayan sempat menyebutkan identitasnya sebagai prajurit TNI dari Perhubungan Angkatan Darat. Namun, keempat polisi itu tak menghiraukan. Mereka langsung menggeledah seisi kamar.

Saat penggeledahan berlangsung, Kolonel I Wayan meminta polisi menunjukkan surat tugas dan mereka menunjukkannya. I Wayan juga sempat meminta dipanggilkan Polisi Militer (PM) sesuai prosedur terkait kemiliteran. Namun hal itu tidak dihiraukan para anggota polisi.

Setelag dilakukan penggeledahan, tak ada benda yang diduga narkoba ditemukan di kamar hotel itu. Empat polisi itu kemudian pergi begitu saja tanpa memberikan pernyataan apa pun. Akhirnya, Kolonel I Wayan melaporkan peristiwa yang dialaminya itu.