Polda Lampung: Enam Tewas akibat Bentrok Susulan

Bandarlampung (ANTARA) - Kepolisian Daerah Lampung menyatakan, akibat bentrokan susulan antarwarga sejumlah kampung Kecamatan Kalianda dengan warga Desa Balinuraga, Kecamatan Waypanji, Kabupaten Lampung Selatan, Senin, sedikitnya enam warga tewas, beberapa luka-luka, dan 16 rumah rusak serta terbakar.

Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih saat dihubungi, Senin malam, menyatakan, informasi dari lokasi kejadian menyebutkan jumlah korban meninggal dunia akibat bentrok susulan itu mencapai sedikitnya enam warga.

Namun dia belum merincikan identitas keenam warga yang tewas ini, termasuk korban luka-luka.

Pada bentrokan antarwarga, Minggu (28/10) sebelumnya, diketahui terdapat tiga warga yang tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.

Berarti korban tewas akibat bentrokan antarwarga itu, hingga saat ini telah mencapai sembilan orang.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Lampung itu sempat menyampaikan informasi, tidak ada penambahan korban tewas akibat bentrokan susulan antarwarga di Kecamatan Waypanji, Kabupaten Lampung Selatan itu.

Menurut dia, kondisi saat ini berangsur kondusif, dan polisi telah melakukan penjagaan ketat di lokasi tersebut, bahkan Polda Lampung mendapatkan bantuan personel dari dua wilayah yakni Banten dan Jakarta.

"Jumlah personel yang ada saat ini untuk mengamankan lokasi agar tidak terjadi bentrok serupa sebanyak dua ribu personel," ujar dia lagi.

Pihaknya juga mengaku masih mengidentifikasi jumlah kerusakan material atas insiden kerusuhan yang diduga penyebabnya karena kenakalan remaja namun menyinggung etnis, sehingga keributan kecil itu meluas melibatkan warga beberapa kampung setempat.

Data sementara jumlah kerusakan rumah warga Balinuraga mencapai sedikitnya 16 unit yang menjadi sasaran amarah dan dibakar massa yang datang menyerang ke desa ini.

Wartawan ANTARA Biro Lampung dari lokasi kejadian, Senin malam, melaporkan hingga malam ini suasana di sana masih mencekam, terutama di Desa Balinuraga dan Sidoreno, Kecamatan Waypanji, serta di sekitar Kalianda, ibu kota Kabupaten Lampung Selatan.

Hampir tidak ada warung yang masih buka, umumnya tutup karena khawatir menjadi sasaran akibat bentrokan antarwarga tersebut.

Apalagi, malam ini sempat tersiar kabar adanya rombongan massa yang datang ke Kalianda untuk balas menyerang mereka.

Sejumlah pihak di Lampung berharap aparat keamanan dapat bersikap tegas dalam menangani aksi massa yang terlibat bentrokan tersebut.

Jajaran Pemkab Lampung Selatan bersama Pemprov Lampung dan instansi berwenang, diharapkan dapat bertemu dengan para tokoh warga desa-desa yang saling bertikai itu, untuk dapat mendorong upaya mengatasi perselisihan ini sehingga dapat damai kembali.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.