Polda Lampung Tahan Korlap Register 45 Mesuji

Bandarlampung (ANTARA) - Kepolisian Daerah Lampung menahan koordinator lapangan pendudukan kawasan Register 45 Mesuji Provinsi Lampung bernama Andi Yendra (35) alias Shifa.

"Tersangka telah memperjualbelikan lahan hutan dengan harga berkisar Rp500 ribu hingga Rp2 juta setiap 2 hektare kepada

masyarakat," kata Direskrimsus Polda Lampung Kombes Pol. Dono Indarto di Bandarlampung, Rabu.

Menurut dia, polisi menangkap tersangka pada hari Senin (11/3) yang dilengkapi dengan dua dasar alat bukti kuat, yakni 48 buah kuitansi dengan nilai antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta, dan alat berat sejenis grader yang disertai tanda terima penyewaan alat tersebut senilai Rp75 juta.

"Saat penangkapan tersangka tidak terima dan sempat melakukan perlawanan. Kini, tersangka dalam penahanan Polda Lampung," ujar dia lagi.

Lebih lanjut dia menyatakan bahwa tersangka adalah korlap yang ditunjuk atau diangkat secara lisan oleh tokoh adat Megou Pak Wan Mauli.

Menurut hasil penyidikan awal, pada pertengahan tahun 2010, tersangka membeli lahan kawasan Register 45 Sungai Buaya seluas 3,5 ha seharga Rp23 juta yang berlokasi di Simpang D.

"Saat ada penertiban pada tahun 2011, tersangka keluar dari lokasi, dan pada awal tahun 2012 tersangka masuk kembali," kata dia.

Tersangka juga adalah residivis yang ditahan sejak Januari hingga Juni 2010 di LP Menggala dalam perkara pelanggaran aturan kehutanan di Kawasan Register 45 Mesuji.

Tersangka terancam dikenai hukuman maksimal 10 tahun karena melanggar UU Kehutanan.

Namun, secara terpisah Partai Rakyat Demokratik (PRD) mengecam penangkapan Andi Yendra.

Dalam penangkapan itu, pimpinan PRD menuding polisi melakukan penodongan dan melepaskan beberapa kali tembakan.

Andi Shifa yang juga pimpinan Desa Persiapan Tunggal Jaya, dianggap telah merambah hutan.

"Ini jelas-jelas kriminalisasi terhadap petani. Yang namanya hutan, kalau mengacu pada UUD 1945, itu adalah milik rakyat. Justru negara yang seharusnya mengatur pengelolaan hutan itu untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," kata Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) Agus Jabo Priyono di Jakarta.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.