Polda Makassar Nyatakan Perang Lawan Geng Motor

TEMPO.CO, Makassar - Kepolisian Sulawesi Selatan dan Barat memasukkan lima kelompok geng motor dalam daftar pencarian dan perburuan. Kelompok yang diuber itu adalah Mappakoe, Tetta, Copergo, Halilintar, dan My In Moral. Dugaan sementara, mereka menjadi pelaku kejahatan di pinggir jalan, termasuk pemanah dan penikam dua wartawan media eletronik di Makassar.

Senin 13 Mei 2013, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Inspektur Jenderal Mudji Waluyo, menyatakan perang terhadap kelompok geng motor itu. Dan untuk memberantas kelompok geng motor, Mudji mengeluarkan empat langkah penanganan.

Pertama, polisi akan merazia beberapa SMP dan SMA favorit di Makassar guna memeriksa surat izin mengemudi dan kelengkapan surat kendaraan bermotor para siswa. Kedua, penggerebekan rumah anggota geng motor. Ketiga, pemberlakuan rutin operasi cipta kondisi. Dan keempat, polisi akan datang lebih awal ke lokasi yang kerap dijadikan tempat mangkal anggota kelompok geng motor.

"Rumah anggota geng motor yang akan kami datangi ini berdasarkan informasi dari anggota Mappakoe yang sudah ditahan," kata Mudji waktu menggelar pertemuan tentang penanganan geng motor di Hotel Colonial, Makassar, Senin, 13 Mei 2013. "Dan untuk lokasi mangkal geng motor, anggota geng motor yang datang duluan segera dikandangkan."

Untuk pelaksanaan keempat poin itu, Kapolda menjanjikan hadiah Rp 5 juta kepada anggotanya yang sanggup merampungkan satu berkas geng motor sampai dengan Jumat mendatang. Beberapa lokasi hasil pemetaan kepolisian yang sering menjadi tempat mangkal geng motor: kawasan Pantai Losari, sekitar lokasi kampus, jembatan layang, dan tempat peribatan.

IRFAN ABDUL GANI

Terpopuler:

Saksi Baru Fathanah: Dewi Kirana

Dikunjungi Komnas HAM, Warga Sebut Jokowi Bohong 

Menara Saidah Miring, Pemda Jakarta Ikut Salah

Tindakan PKS Dinilai Kriminalisasi KPK

Rumah Luthfi Hasan Ternyata Atas Nama Ahmad Zaky

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.