Polda Metro: 7 Anggota Kelompok John Kei Masih Buron

Liputan6.com, Jakarta - Polisi terus mengejar anggota kelompok John Kei yang terlibat dalam kasus perusakan dan penganiayaan di Tangerang dan Jakarta Barat. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyebut, masih ada tujuh orang dari kelompok John Kei berstatus buron atau Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Masih ada sekitar tujuh DPO lagi," kata Yusri Yunus, Jumat (26/6/2020).

Yusri menerangkan, anak buah John Kei yang masuk dalam daftar pencarian orang Polda Metro Jaya berjumlah 12 orang. Lima orang sudah ditangkap sehingga tinggal tujuh orang.

Lima orang itu yakni T, YPR, WL, FGU, dan VHL. Namun demikian, jumlahnya anggota John Kei yang dikejar bisa saja bertambah.

"Nanti kita lihat, mungkin saja bertambah," ujar dia.

Sebelumnya, polisi menangkap tiga dari lima orang dari kelompok John Kei. Mereka adalah WL, FHL, dan FGU yang sempat masuk ke dalam buron karena diduga terlibat dalam kasus perusakan kediaman Nus Kei, di Tangerang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menerangkan, pihaknya melacak lokasi persembunyian ketiga pelaku. Mereka saat itu berada Kampung Simpang, Desa Cibodas, Kecamatan Cianjur, Jawa Barat.

Ketiganya ditangkap pada 24 Juni 2020 sekitar pukul 23.30 WIB. Anak buah John Kei ini melarikan diri ke Cianjur karena ketakutan mendengar di pemberitaan jadi DPO.

 

Peran 3 Anak Buah John Kei

Polisi menggiring kelompok John Kei saat rilis kasus premanisme di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/6/2020). John Kei memerintahkan anak buahnya membunuh Nus Kei dan anggotanya berinisial ER karena kecewa atas tidak meratanya uang hasil penjualan tanah. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Yusri menjelaskan, WL saat itu melepaskan tembakan ke arah pengemudi ojek online. Pihak kepolisian pun telah menyita senjata api tersebut.

"WL sempat mengeluarkan senjata api rakitan. Pelurunya mengenai kaki daripada sopir ojol," ujar dia

Sementara itu, FGU melemparkan plastik berisikan bensin ke rumah Nus Kei. Tapi, belum disulutkan dengan api. Menurut Yusri, memang kelompok John Kei berencana membakar rumah Nus Kei.

"Dia sempat melempar ke dalam tapi dia nggak sempat membakar. Pengakuannya sementara ini bahwa memang disiapkan oleh salah seorang yang sekarang masih DPO," ujar dia.

Sedangkan, FHL adalah sopir dari kendaraan Fortuner yang menabrak pintu gerbang dan juga sekuriti Green Lake City, Tangerang.

"Orang ini menerobos dan menabrak salah seorang sekuriti yang ada. Jadi ketiga-tiganya sudah berhasil kita amankan," ucap dia.

Saksikan video pilihan di bawah ini: