Polda Metro Akan Panggil Direktur Operasional PT Transjakarta Selasa 26 Oktober 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali menjadwalkan pemeriksaaan saksi untuk mengungkap kasus tabrakan beruntun Transjakarta yang terjadi Jakarta Timur Senin 25 Oktober 2021.

Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono mengatakan, ada dua saksi yang dimintai keterangan pada Selasa 26 Oktober 2021. Salah satunya adalah Direktur Operasional PT Transjakarta.

Adapun, Argo mengatakan Dirops PT TransJakarta bakal memberikan penjelasan berkenaan dengan SOP di Transjakarta.

"Maksudnya di Transjakarta ada SOP tidak seperti kecepatan yang diperbolehkan maksimalnya berapa di jalur busway. Ini ada standarnya tidak," kata dia saat dihubungi, Senin (1/11/2021).

Sementara itu, pemeriksaan dokter berkaitan dengan temuan obat di tempat mess sopir.

"Kita mau tanya efek sampingnya apa dan penggunaan obat ini sebetulnya untuk apa. Jadi untuk menguatkan saksi-saksi terhadap kondisi pengemudi sendiri," jelas Argo.

Sehingga, saksi yang diperiksa seluruh berjumlah 18 saksi. Argo menyebut, dua orang saksi guna memperkuat basumsi dari penyidik sehingga diperoleh kesimpulan perbuatan yang dilakukan pengemudi yang berujung pada kecelakaan.

"Iya melengkapi karena ada keterkaitan. Kan kita sudah riksa 16 orang saksi ditambah dua orang ini jadi 18. Jadi keterangan dua orang ini memperkuat," kata dia.

Layak Operasi

Sebelumnya, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyatakan, bus yang terlibat kecelakaan di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur pada Senin 25 Oktober 2021 masih layak beroperasi. Hal tersebut berdasarkan laporan PT Transjakarta yang dipaparkan dalam rapat bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta.

"Kendaraan tersebut (BMP-240) sebelum beroperasi dinyatakan layak operasi," demikian laporan tersebut, Rabu (27/10/2021).

Bus BMP-240 yang terlibat kecelakaan, telah mendapatkan perawatan terjadwal dan tidak terjadwal yang sesuai dengan pedoman perawatan dari agen pemegang merek (APM). Untuk kegiatan perawatan terakhir kendaraan tersebut dilakukan pada 5 Oktober 2021.

Kemudian, sopir bus Transjakarta BMP-240 yang meninggal tersebut memiliki SIM B2 umum dan sertifikasi pengemudi dari BNSP yang masih berlaku.

Lalu, Transjakarta juga mengatakan pihaknya mendorong pengecekan unit yang lebih intensif terhadap komponen mesin bus yang berhubungan dengan keselamatan dalam satu minggu ke depan. Seperti halnya ban, rem, dan perlengkapan keselamatan lainnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel