Polda Metro Benarkan Simpatisan FPI Terlibat Pemukulan

Jakarta (ANTARA) - Pihak Polda Metro Jaya membenarkan adanya oknum simpatisan Front Pembela Islam (FPI) terlibat pemukulan terhadap salah satu pengunjuk rasa bertemakan "Indonesia Tanpa FPI" di Bundaran Hotel Indonesia, Selasa (14/2).

"Polisi mengamankan empat orang yang diduga terlibat kericuhan aksi unjukrasa kemarin," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Rabu.

Petugas mengamankan empat orang yang diduga menjadi provokator, yaitu Ahmad Dahlan (24), Burhan (23), Syarifudin (44) dan J (48).

Rikwanto mengatakan penyidik menduga J terlibat pemukulan terhadap peserta unjukrasa, Bhagapad Gita (22), sehingga dikenakan Pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pengeroyokan.

Petugas memiliki alat bukti yang menduga J terlibat pemukulan dan aksi dorong terhadap peserta unjukrasa berdasarkan rekaman video dan hasil visum.

Perwira menengah kepolisian itu, menyatakan J mengaku sebagai simpatisan FPI, namun pelaku tidak bisa menunjukkan kartu keanggotaan.

Sebelumnya, beberapa kelompok massa menggelar aksi damai bertemakan "Indonesia Tanpa FPI" di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (14/2) sore.

Demo "Indonesia Tanpa FPI" itu, berlangsung ricuh setelah terjadi aksi dorong dan pemukulan yang diduga dilakukan provokator terhadap peserta unjukrasa.

Aksi damai tersebut berawal dari adanya kelompok masyarakat yang menggalang dukungan melalui jejaring sosial soal "Gerakan IndonesiaTanpa FPI".

Dukungan tersebut tercetus setelah adanya aksi penolakan masyarakat terhadap rencana pelantikan pengurus FPI di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Massa mendatangi Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menolak kedatangan pengurus FPI Pusat yang hendak melantik pengurus FPI setempat. (rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.