Polda Metro Bongkar Pengoplosan Tabung Gas Subsidi jadi LPG 12 Kg

Merdeka.com - Merdeka.com - Polda Metro Jaya membongkar praktik pengoplosan tabung gas subsidi 3 kg menjadi 12 Kg. Satu orang ditetapkan sebagai tersangka inisial SR. SR merupakan pemilik pangkalan gas di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis menjelaskan, modus tersangka menyuntikan isi gas tabung elpiji 3 kilogram untuk dipindahkan ke tabung gas 12 kilogram. Sebanyak 48 unit tabung elpiji ukuran 3 kilogram disita sebagai barang bukti.

"Tersangka melakukan pengoplosan gas ukuran 3 kg subsidi ke dalam tabung gas elpiji 12 kg non-subsidi," ujar dia dalam keterangan tertulis, Kamis (19/1).

Auliansyah mengatakan, motif tersangka tak lain untuk mendapat keuntungan lebih dari selisih harga penjualan tabung LPG 12 Kg.

Terkait hal ini, tersangka dijerat Pasal 40 angka 9 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja atas Perubahan ketentuan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi

"Ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp60 Miliar," ujar dia.

Auliansyah berharap tindak tegas aparat kepolisian bisa menjadikan efek jera bagi para pengusaha gas.

"Selain itu meningkatkan peran serta masyarakat terkait dengan pengawasan distribusi LPG 3 Kg (bersubsidi) agar dapat dilakukan dengan tepat sasaran," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com [rhm]