Polda Metro Cek TKP Remaja Disekap & Disuruh Layani Pria Hidung Belang di Jakbar

Merdeka.com - Merdeka.com - Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih mengusut kasus dugaan penyekapan seorang Anak Baru Gede (ABG) untuk dijadikan pekerja seks komersial (PSK).

Berkas perkara dinyatakan naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

"Hasil gelar perkara statusnya naik ke penyidikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan dalam keterangannya, Jumat (16/9).

Kasus ini dilaporkan orangtua korban pada 14 Juni 2022. Laporan Polisi Nomor: LP/B/2912/VI/2022/SPKT.DITKRIMUM/POLDA METRO JAYA.

Zulpan menerangkan, korban seorang wanita berinisial NAT (16) dijual oleh terlapor EMT ke pria hidung belang di daerah Jakarta Barat.

Saat itu, korban dijanjikan akan mendapat upah Rp300.000 sampai dengan Rp500.000. Namun, kenyataannya tak demikian.

"Selama anak korban bekerja melayani tamu ternyata seluruh uang hasil melayani tamu setiap harinya diminta oleh terlapor dengan alasan untuk membayar sewa kamar dan makanan sehari-hari," ujar Zulpan.

Zulpan menerangkan, korban saat itu hendak keluar dari pekerjaan tersebut. Namun, tidak diperbolehkan oleh terlapor.

"Dengan alasan masih memiliki banyak utang kepada pelapor," ujar dia.

Terkait kejadian ini, pihaknya telah melakukan pengecekan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), memeriksa saksi pelapor termasuk korban. Saat ini, penyidik telah berkoordinasi P2TP2A untuk membeberkan perlindungan terhadap korban.

Atas perbuatannya, terlapor dipersangkakan melanggar Pasal 76 I Jo Pasal 88 UU No. RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau Pasal 12 dan atau Pasal 13 Undang-Undang RI No 12 tahun 2022 tentang Penghapusan Kekerasan Seksual. [rhm]