Polda Metro Jaya Catat Pelanggaran Pelat Nomor Kendaraan Meningkat, Ini Penyebabnya

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya mencatat pelanggaran pelat nomor kendaraan meningkat di tahun 2022. Peningkatan pelanggaran pelat nomor ini disebabkan oleh penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Pada tahun 2022, tercatat 17.751 kasus pelanggaran pelat nomor atau meningkat 193,16 persen dari tahun sebelumnya. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengatakan, banyak pelaku pelanggaran pelat nomor yang memalsukan nomor kendaraannya untuk menghindari ETLE.

"Dalam beberapa kesempatan saya berdiskusi sama Dirlantas, biarkan saja mereka yang mengakali ETLE itu dengan memalsukan kendaraannya, kita akan terus mengevaluasi agar masyarakat yang melakukan pelanggaran lalu lintas untuk menghindari ETLE dengan memalsukan identitas kendaraan, TNKB," ujar Fadil saat rilis akhir tahun 2022 di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (31/12).

Fadil akan mencarikan solusi terkait masalah pemalsuan pelat nomor kendaraan ini. Di wilayah Polda Metro Jaya juga akan diterapkan tilang manual bagi para pelanggar lalu lintas. Ditambah dengan ETLE dan face recognition.

"Nanti ada kombinasi antara ETLE, face recognition dan upaya penegakan hukum secara tilang manual kepada mereka yang teridentifikasi. Kami tidak pandang bulu dalam penegakan hukum lalu lintas di jalan raya," tegas Fadil.

ETLE akan digunakan sebagai filtering dan identifikasi. Sedangkan, penindakan secara manual di jalan akan dilakukan.

"Siapapun yang melakukan pelanggaran di Jalan Raya, tentu kami akan melakukan penindakan. ETLE tidak melakukan filtering, ETLE hanya melakukan kerja identifikasi lalu dikirimkan ke dalam," kata Fadil.

Sedangkan kasus pelanggaran lalu lintas yang dicatat Polda Metro pada tahun 2022 adalah, penggunaan rotator 1545 kasus, melawan arus 108.740 kasus, dan ganjil genap 41.541 kasus. [cob]